Vale Indonesia (INCO) Mengejar Target Produksi 65.000 Ton Nikel Matte



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pertambangan logam PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih berupaya mengejar target produksi hingga akhir tahun ini. Emiten ini memasang target produksi sebanyak 65.000 ton nikel matte di tahun ini.

Bernardus Irmanto, Chief Financial Officer Vale Indonesia mengatakan, saat ini INCO masih tetap mengupayakan bisa mencapai produksi sesuai rencana. "Kami akan sampaikan seandainya ada kendala dalam mengejar target produksi selanjutnya," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (18/10).

Pada periode Januari-September 2022, realisasi produksi INCO masih lebih rendah 9% dibandingkan dengan produksi pada periode sama tahun lalu. Hingga kuartal III 2022, produksi nikel matte INCO tercatat sebanyak 43.907 metrik ton, berbanding seberat 48.373 metrik ton nikel dalam matte pada periode sama tahun 2021.


Baca Juga: Pengerjaan Tanur Rampung, Produksi Nikel Vale (INCO) Naik pada Kuartal III

Manajemen INCO menegaskan, penurunan produksi ini disebabkan adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali tanur 4 pada paruh pertama 2022. Sayangnya, Bernard belum memberikan keterangan lebih lanjut seputar efek penurunan produksi terhadap kinerja keuangan INCO.

Nah, jika dilihat secara kuartalan, produksi INCO tercatat naik di periode kuartal ketiga 2022. Melansir laporan kuartalan di Bursa Efek Indonesia pada Senin (17/10), INCO mampu memproduksi 17.513 metrik ton  nikel dalam matte pada triwulan ketiga tahun 2022.

Volume produksi INCO di periode ini 39% lebih tinggi dibandingkan dengan volume produksi yang direalisasikan pada trilwulan kedua 2022. Pada periode tersebut produksi INCO hanya sebesar 12.567 metrik ton.

Meningkatnya produksi pada kuartal ketiga ini sejalan dengan rampungnya pembangunan kembali tanur 4 pada Juni 2022. Di saat yang sama, INCO berhasil meningkatkan kapasitas tanur 4 pada kuartal kedua 2022.

Guna mengejar target produksi, INCO akan memaksimalkan operasi produksinya. "Di kuartal ke empat furnace 4 sudah bisa beroperasi penuh, dan kami mengharapkan operasi keseluruhan furnace bisa lebih stabil," terang Bernardus.

Sampai September 2022, INCO juga telah menyerap belanja modal sebesar US$100 juta dari total anggaran belanja modal US$ 120 juta untuk tahun ini. "Mayoritas untuk furnace 4 rebuild, mine development, dan heavy equipment replacement," imbuhnya.

Baca Juga: Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Naik pada Triwulan Ketiga 2022

 
INCO Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat