JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih tetap optimistis bisa mencatatkan kinerja positif hingga akhir tahun ini, meski kinerja perusahaan tambang asal Brasil ini merugi di semester I-2016. Vale mencatatkan kerugian US$ 20 juta di periode tersebut akibat pendapatannya yang anjlok 60%, dari US$ 409,66 juta (semester I 2015) menjadi US$ 20 juta. Menurut Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter, kondisi tersebut terjadi lantaran harga nikel di pasar dunia tengah turun. Bila tahun lalu harga nikel bisa tembus US$ 15.000 per ton, kini tinggal US$ 6.000 ton. Inilah yang membuat pendapatan Vale terpangkas lebih dari separuh di semester I-2016.
Vale Indonesia optimistis kinerja bisa positif
JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih tetap optimistis bisa mencatatkan kinerja positif hingga akhir tahun ini, meski kinerja perusahaan tambang asal Brasil ini merugi di semester I-2016. Vale mencatatkan kerugian US$ 20 juta di periode tersebut akibat pendapatannya yang anjlok 60%, dari US$ 409,66 juta (semester I 2015) menjadi US$ 20 juta. Menurut Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter, kondisi tersebut terjadi lantaran harga nikel di pasar dunia tengah turun. Bila tahun lalu harga nikel bisa tembus US$ 15.000 per ton, kini tinggal US$ 6.000 ton. Inilah yang membuat pendapatan Vale terpangkas lebih dari separuh di semester I-2016.