Valuasi harga Tencent dan Samsung mengukir rekor



SEOUL. Dua perusahaan teknologi asal Asia, yakni Tencent Holdings Ltd dan Samsung Electronics Co Ltd tampil sebagai perusahaan teknologi paling mengesankan di dunia. Harga saham dua perusahaan itu terus mendaki dan mengukir rekor baru.

Berdasarkan catatan Reuters, sejak Kamis pekan lalu (18/8) hingga Rabu (24/8), valuasi kedua perusahaan ini telah bertambah senilai total US$ 30 miliar. Saat ini, valuasi Tencent mencapai US$ 249 miliar. Sedangkan Samsung sebesar US$ 239 miliar. Ini merupakan rekor valuasi tertinggi kedua korporasi itu.

Tencent saat ini didaulat menjadi perusahaan terbesar ke 12 di dunia berdasarkan nilai pasar. Adapun Samsung bertengger diurutan 17. Berdasarkan catatan PricewaterhouseCoopers, per 31 Maret 2016 Tencent bertengger di posisi 26 dan Samsung di urutan ke 33 perusahaan besar dunia.


Sepanjang tahun lalu, harga saham Samsung melonjak hingga 50%. Adapun pemimpin pasar teknologi dunia, Apple, harga sahamnya hanya tumbuh 3% di tengah kekhawatiran pelemahan penjualan di pasar China.

Dari sisi valuasi, Apple memang masih menjadi yang terbesar di dunia dengan nilai total US$ 586 miliar. Namun investor kini kian mengapresiasi kinerja Samsung. Tergambar dari rasio harga berbanding laba alias price to earning ratio (PER) Samsung senilai 12,4 kali.

Angka ini hanya beda tipis dengan PER Apple yang sebesar 12,7 kali. Selisih PER yang tipis itu terakhir kali terjadi pada penghujung tahun 2011. Manajemen Samsung memang telah mencurahkan segala upaya agar memuaskan para investor. Mulai dari pembelian kembali (buyback) saham, hingga pemberian dividen yang lebih tinggi.

Dari rasio PER, harga saham Tencent terbilang sudah cukup mahal, yakni mencapai 46,8 kali. Harga saham perusahaan internet yang mempopulerkan aplikasi pesan WeChat dan Weixin di China ini meningkat sebanyak 34% sepanjang kuartal II 2016. Namun perusahaan termahal masih disandang Facebook dengan PER hingga 59 kali.

Andrew Gillan, Kepala Ekuitas Henderson Global Investors menyatakan, Tencent dan Samsung menjadi contoh yang sangat menarik. "Kedua perusahaan ini dapat mendongkrak pendapatan di tengah pelemahan ekonomi global," ucap Gillan.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie