Valuasi Saham Merdeka Battery (MBMA) Dinilai Premium, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Oktavianus Harahap menilai, valuasi saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) cukup premium.

Per September 2022, MBMA telah membukukan laba bersih sebesar US$ 23 juta. Jika laba bersih MBMA di-annualized, dengan jumlah saham beredar sebesar 107 miliar dan asumsi nilai tukar sebesar Rp 15.000 per dolar AS, rentang valuasi dari Samuel Sekuritas untuk MBMA di tahun 2022 adalah 183,3 kali sampai 186,8 kali. 

Ini merupakan valuasi yang cukup premium jika dibandingkan dengan rata-rata industri.


“Namun, menurut kami, valuasi tersebut cukup beralasan, mengingat perusahaan ini masih dalam tahap awal dan sebagian besar proyeknya belum mulai beroperasi,” kata Juan, Selasa (11/4).

Baca Juga: Harga IPO MBMA di Rp 795 per Saham Tergolong Mahal, Tiga Kali Lipat dari Nilai Buku

Asal tahu saja, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini menetapkan harga penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO)  di harga Rp 795. 

Ini merupakan batas atas dari rentang harga bookbuilding di harga Rp 780 sampai dengan Rp 795

Melansir laman e-IPO, Rabu (12/4), MBMA melepas sebanyak 11 miliar saham, yang mewakili sebesar 10,24% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. 

Dus, jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham ini adalah sebesar Rp 8,74 triliun.

Presiden Direktur Merdeka Battery Materials Devin Antonio Ridwan optimistis IPO yang digelar perusahaannya bakal laris manis. Dia yakin, dengan segala daya tarik yang dimiliki MBMA, IPO ini bisa menarik minat investor, baik investor di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Merdeka Battery Materials (MBMA) Memulai Periode Penawaran Umum Hari Ini (12/4)

“Dana IPO bisa memperkuat fundamental perusahaan rencana bisnis MBMA ke depan,” kata Devin di Jakarta, Kamis (30/3).

Penawaran umum perdana saham akan berlangsung mulai Rabu (12/4) hingga Jumat (14/4). Distribusi saham secara elektronik akan dilakukan pada 17 April dan pencatatan efek di bursa atau listing diperkirakan pada 18 April 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi