Venteny Fortuna Tunjuk Dua Direksi Baru, Perkuat Tata Kelola dan Pemulihan Aset



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) memperkuat jajaran direksi untuk mengawal tindak lanjut hasil audit keuangan dan investigasi khusus periode 2023–2024. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat tata kelola dan meningkatkan efisiensi operasional.

Corporate Secretary PT Venteny Fortuna International Tbk, Grand Yustitia Wirawan, mengatakan perseroan telah mengangkat Hosea Sanjaya sebagai Wakil Presiden Direktur dan Tri Ismardiko Widyawan sebagai Direktur Teknologi. Pengangkatan tersebut merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 Juni 2026.

"Penguatan struktur Direksi melalui penunjukan Wakil Presiden Direktur dan Direktur Teknologi ditujukan khusus untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan tindak lanjut atas Hasil Audit Keuangan dan Investigasi Khusus periode 2023–2024," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10).


Baca Juga: Ifishdeco (IFSH) Klarifikasi Soal Tuduhan Merusak Kawasan Hutan Lindung Mangrove

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baru ini diamanahkan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi pemulihan aset perusahaan serta menerapkan tindakan korektif operasional. 

Hasil audit independen tersebut telah diselesaikan pada 9 Maret 2026. Dengan penguatan jajaran direksi, VTNY melanjutkan langkah penanganan hasil audit sekaligus mendorong perbaikan operasional perusahaan.

Susunan direksi baru tersebut melengkapi jajaran manajemen yang terdiri dari Junichiro Waide sebagai Presiden Direktur sejak penawaran umum perdana saham (IPO) pada 15 Desember 2022 dan Kaleb Solaiman sebagai Direktur Keuangan sejak 18 Juni 2025.

Sejak berlakunya susunan direksi baru pada 17 Juni 2026, VTNY juga menjalankan sejumlah inisiatif untuk memperkuat organisasi dan efisiensi tata kelola usaha. 

Upaya tersebut mencakup penerapan manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis kinerja atau meritokrasi, optimalisasi struktur organisasi, serta inisiatif strategis untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pemulihan aset perseroan.

Grand menambahkan, proses transformasi tersebut membutuhkan penyesuaian budaya kerja internal yang mengedepankan profesionalisme, produktivitas, dan akuntabilitas. Karena itu, kesiapan seluruh jajaran SDM untuk beradaptasi dengan standar kerja baru menjadi salah satu aspek yang diperhatikan perusahaan.

Sebagai perusahaan terbuka dengan pemegang saham pengendali berbasis di Jepang, VTNY menyatakan berkomitmen menjalankan kegiatan usaha secara profesional dan transparan. 

Perusahaan juga menegaskan kepatuhan terhadap ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta perlindungan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

"Siaran pers ini kami terbitkan sebagai wujud keterbukaan informasi penting dari Perseroan, guna menyajikan informasi yang transparan, akurat, dan berimbang bagi publik serta seluruh pemangku kepentingan," pungkas Grand.

Baca Juga: Target Ekspor Nikel US$ 45 Miliar pada 2026, Seberapa Besar Peluang Tercapai?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News