Via IPO, DAJK kemas masa depan



JAKARTA. PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) berambisi menjadi produsen kemasan percetakan nomor wahid di Indonesia. Salah satu cara DAJK menggenjot kinerja adalah dengan memupuk modal yang direalisasikan lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).DAJK menjual 1 miliar saham baru, setara 40% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada harga Rp 470 per saham. Tak lupa, DAJK menawarkan program alokasi saham karyawan (ESA) setara 1,63%. Nah, dari aksi ini, DAJK meraup dana segar Rp 470 miliar.Andreas Chaiyadi Karwandi, Presiden Direktur DAJK.bilang, pihaknya berencana menggunakan 60% hasil IPO untuk modal kerja, seperti membeli bahan baku kertas. DAJK juga akan memakai dana tersebut untuk menutup piutang perusahaan.Rata–rata tagihan umur piutang pelanggan DAJK melebihi 120 hari. Padahal, DAJK memerlukan modal untuk pembelian bahan baku yang selama ini ditutup dari fasilitas pinjaman bank.

Selanjutnya, sebanyak 40% dana IPO akan dialokasikan DAJK bagi peningkatan kapasitas produksi, lewat pembelian mesin. DAJK akan membeli 59 mesin, hingga setahun kedepan terhitung sejak IPO.Bisnis DAJK bergerak bidang perindustrian, perdagangan umum, jasa, pengangkutan, dan percetakan. Usaha yang digeluti DAJK antara lain, pembuatan karton kemasan, kertas untuk kemasan, serta pengolahan barang-barang dari kertas dan karton.DAJK juga menjadi suplier, levelensir dan commision house, distributor, agen, dan perwakilan badan perusahaan. Termasuk juga memiliki kegiatan usaha penunjang, seperti jasa penyewaan mesin pembuat kemasan, usaha bidang transportasi dengan mengangkut barang hasil industri kertas dan karton, juga transportasi penumpang dan pengangkutan.Kapasitas produksiKhusus bisnis kemasan, DAJK memiliki dua divisi usaha, meliputi offset printing dan karton gelombang (one stop paper packaging). Di divisi offset printing, DAJK berencana meningkatkan kapasitas produksi sebesar 111% menjadi 76.000 ton per tahun.Maka itu, DAJK akan membeli empat mesin baru dan mengganti yang lama dengan tujuan efisiensi. Harga permesin ditaksir senilai € 4 juta.Adapun, untuk divisi karton gelombang, DAJK sudah meningkatkan kapasitas produksi dari 24.000 ton per tahun menjadi 48.000 ton per tahun. Secara keseluruhan, DAJK menargetkan kapasitas produksi dapat mencapai 124.000 ton per tahun di akhir 2014.Ekspansi ini dilakukan sesuai dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk melakukan diversifikasi bisnis demi peningkatan daya saing, kinerja, perluasan pasar, serta nilai tambah bagi pemegang saham. Apabila dana IPO tidak mencukupi, DAJK berencana menambah modal dari kas internal dan pinjaman.DAJK yakin memiliki keunggulan kompetitif dengan kapasitas produksi yang mencukupi. Pelanggan utama DAJK adalah perusahaan besar di industri makanan dan minuman, telekomunikasi, farmasi, peralatan rumah tangga, sepatu dan lainnya.Hampir 90% pelanggan DAJK adalah perusahaan barang konsumsi. Ambil contoh,  Grup Orang Tua, PT Mayora Indah Tbk, dan J.Co Dunuts & Coffee."Kami melihat pertumbuhan industri makanan dan minuman tahun mendatang akan besar, untuk itu kita ingin memenuhi kebutuhan konsumen dengan memperbesar kapasitas kita,” kata Andreas. Selain menyasar pasar eomestik, DAJK juga berniat memperbesar pasar ekspor, yang baru memberi kontribusi 5% saja dari total penjualan.DAJK yakin pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 800 miliar, atau naik 56,25% dari tahun lalu. Asal tahu saja, target pendapatan di 2014 telah direvisi dari sebelumnya Rp 750 miliar. DAJK pun yakin, laba bersih di 2014 bisa mencapai Rp 120 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Yuwono Triatmodjo