KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menyiapkan ekspansi bisnis dengan memperluas portofolio produk dari segmen
mass market hingga premium. Perseroan juga mulai menjajaki peluang pengembangan bisnis di sektor
healthcare sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Founder VICI Billy Hartono Salim mengatakan, pengembangan portofolio dilakukan untuk menjangkau konsumen dengan segmen yang lebih beragam. Saat ini, VICI memiliki sejumlah merek yang bermain di kategori kosmetik dan
personal care.
“Kita mempunyai visi kedepannya supaya brand portofolio kita lengkap, Kita ingin semua segmen ada, ujar Billy saat sesi media gathering di Jakarta, Senin (28/9).
Baca Juga: BKPM Dorong Hilirisasi Rendah Karbon, Genjot Rantai Nilai EV hingga Biofuel Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengintegrasikan PT Natura Pesona Mandiri (NPM), pemilik brand Secret Garden, ke dalam ekosistem VICI. Rencana tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam paparan publik dan ditargetkan rampung pada semester I 2027. Secret Garden menyasar segmen konsumen
mass to high atau menengah atas, sehingga dapat melengkapi portofolio VICI yang selama ini lebih banyak bermain di segmen mass hingga low. Billy mengatakan, pengembangan portofolio tersebut diarahkan agar VICI memiliki merek untuk berbagai lapisan konsumen. Konsep tersebut menurutnya menyerupai model bisnis perusahaan kecantikan global yang memiliki sejumlah merek dengan segmen pasar berbeda. Integrasi Secret Garden juga membuka peluang sinergi pada aspek manufaktur, pengembangan produk, distribusi hingga perluasan pasar. Secret Garden sendiri mengembangkan produk
body care, personal care dan living fragrance. Merek tersebut telah dipasarkan di sejumlah lokasi, termasuk bandara dan kawasan wisata seperti Kuta, Seminyak dan Canggu. Selain Secret Garden, VICI juga menyiapkan sejumlah produk untuk memperkuat posisi di segmen premium. Perseroan berencana menambah tiga portofolio
premium brand dalam waktu dekat. Salah satunya melalui
rebranding Sixsence menjadi brand parfum remaja premium yang menyasar konsumen segmen menengah atas. VICI juga mempersiapkan peluncuran brand skincare baru untuk memperluas portofolio di kategori tersebut. Billy melihat pengembangan merek premium sebagai salah satu cara untuk memperluas jangkauan pasar VICI. Dengan tambahan portofolio tersebut, perseroan dapat memiliki produk yang menyasar konsumen dengan karakteristik dan daya beli berbeda. Selain pasar domestik, VICI juga terus mengembangkan pasar ekspor. Perseroan telah memasarkan produknya ke sejumlah negara, antara lain Brunei Darussalam, Papua Nugini, Taiwan, Filipina, Korea Selatan, Timor Leste, Lebanon, Selandia Baru, Bulgaria, Malaysia, Hong Kong, Singapura dan Tanzania. Hingga Juni 2026, sekitar 26,4% penjualan VICI berasal dari platform daring dan
marketplace. Ekspansi portofolio tersebut juga diikuti penguatan posisi pemegang saham lokal di VICI. Billy mengatakan perusahaan miliknya, PT Sukses Sejahtera, telah membeli sekitar 25% saham VICI yang sebelumnya dimiliki investor asing. Transaksi tersebut membuat kepemilikan Sukses Sejahtera di VICI meningkat menjadi sekitar 84,95%. Billy menilai transaksi tersebut bukan menunjukkan investor asing keluar dari Indonesia. Menurut dia, aksi tersebut merupakan langkah pemegang saham lokal untuk memperkuat posisi kepemilikan di perusahaan. Ia juga melihat peluang bagi perusahaan kosmetik nasional untuk mengembangkan merek lokal hingga pasar internasional. Menurut Billy, jumlah brand lokal yang mampu berkembang menjadi pemain global masih terbatas. Di luar bisnis kecantikan dan personal care, VICI juga mulai melihat peluang di sektor
healthcare. Langkah tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk memperluas ekosistem bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan konsumen. Billy mengatakan, pengembangan bisnis ke depan tidak hanya berfokus pada produk yang membuat konsumen terlihat lebih baik, tetapi juga mendukung aspek kesejahteraan secara lebih luas. “Saya melihat perjalanan bisnis ini sebagai sebuah proses untuk terus berkembang. Dari
beauty dan
personal care serta melihat bagaimana peluang di
healthcare dapat menjadi bagian dari ekosistem yang lebih besar,” kata Billy.
Menurut dia, pengembangan ke sektor
healthcare akan mempertimbangkan kapabilitas perusahaan, kebutuhan pasar serta peluang untuk menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, VICI tengah membangun portofolio yang mencakup berbagai segmen konsumen, mulai dari mass market hingga premium. Integrasi Secret Garden, pengembangan merek premium dan penjajakan sektor
healthcaremenjadi bagian dari agenda ekspansi jangka panjang perseroan. Baca Juga: Wajib Halal Mulai Oktober 2026, Kemenperin Percepat Sertifikasi untuk IKM Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News