Vietnam Dorong China Investasi di AI, 5G, Semikonduktor dan Big Data



KONTAN.CO.ID - HANOI. Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung mendorong perusahaan China yang berinvestasi di Vietnam untuk mengarahkan investasi mereka ke proyek-proyek bernilai tambah tinggi dan berbasis teknologi. Sektor yang menjadi perhatian antara lain kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G, semikonduktor, dan big data.

Dalam pertemuan dengan investor China di Hanoi, Hung meminta kesepakatan kerja sama tingkat tinggi antara kedua negara segera diwujudkan menjadi proyek konkret. Menurut pernyataan pemerintah Vietnam pada Kamis (27/8), kerja sama tersebut terutama diarahkan pada pembangunan jaringan kereta api, logistik, energi bersih, serta teknologi maju.

Hung menekankan bahwa tahap berikutnya dalam hubungan investasi Vietnam-China bukan lagi soal besarnya modal yang masuk, melainkan kualitas dan dampak investasi terhadap perekonomian Vietnam.


Baca Juga: Ratusan Warga Asing Hilang Akibat Banjir Dahsyat di Nepal, Warga India Terbanyak

Ia juga meminta perusahaan China menjadikan Vietnam sebagai basis investasi, produksi, dan bisnis dalam jangka panjang sekaligus membawa teknologi yang lebih maju ke negara tersebut.

Dorongan Vietnam terhadap investasi China di sektor teknologi berlangsung di tengah kekhawatiran Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat mengenai keamanan teknologi China, khususnya dalam pengembangan jaringan 5G dan AI.

Vietnam sebelumnya pernah bergabung dalam inisiatif Clean Network yang dipimpin Amerika Serikat pada 2020. Saat itu, Vietnam berkomitmen tidak menggunakan peralatan 5G dari perusahaan China Huawei dan ZTE.

Namun, pendekatan Hanoi terhadap teknologi 5G China belakangan berubah. Vietnam kini telah menandatangani kesepakatan dengan Huawei dan ZTE untuk pengembangan jaringan 5G di negara tersebut.

Perkembangan ini terjadi ketika persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China semakin meningkat, termasuk dalam bidang AI. Amerika Serikat juga berencana mendorong negara-negara mitranya untuk menentukan posisi dalam persaingan AI dengan China.

China merupakan salah satu investor asing utama di Vietnam. Data resmi menunjukkan investor China telah menjalankan lebih dari 7.100 proyek di Vietnam dengan total modal terdaftar sekitar US$ 37 miliar.

Investasi tersebut terutama mengalir ke sektor manufaktur, infrastruktur, energi, elektronik, dan teknologi. Dengan nilai tersebut, China menjadi investor asing terbesar keenam di Vietnam.

Baca Juga: Laba Qantas Anjlok 14% Tertekan Harga BBM dan Bakal Pensiunkan A380 Mulai 2028

Arus investasi China juga terus meningkat. Dalam tujuh bulan pertama 2026, nilai investasi baru yang dijanjikan perusahaan China di Vietnam naik 31,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah Vietnam kini berharap peningkatan investasi tersebut tidak hanya menambah modal, tetapi juga memperkuat kemampuan teknologi dan industri domestik melalui transfer teknologi serta pembangunan proyek-proyek bernilai tambah tinggi.

TAG: