Vietnam Pertimbangkan Pangkas Pajak BBM Jadi 0%, Tarif Listrik Bisa Turun



KONTAN.CO.ID - Pemerintah Vietnam mempertimbangkan pemangkasan pajak konsumsi khusus untuk seluruh jenis bensin menjadi 0% mulai November 2026.

Pemerintah juga membuka peluang penurunan tarif listrik ritel guna membantu meringankan beban rumah tangga dan pelaku usaha di tengah tekanan inflasi.

Mengutip Reuters, Rabu (28/10/2026), usulan pemangkasan pajak tersebut akan berlaku mulai 1 November 2026 hingga 31 Maret 2027.


Saat ini, tarif pajak konsumsi khusus untuk bensin di Vietnam berkisar antara 7% hingga 10%.

Baca Juga: Inflasi Australia Memanas, Peluang Kenaikan Suku Bunga RBA Tembus 85%

Wakil Perdana Menteri Vietnam Nguyen Van Thang telah meminta Kementerian Keuangan meninjau dasar hukum, kelayakan, serta dampak kebijakan pemangkasan pajak bensin menjadi nol.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu mengendalikan tekanan harga sekaligus menopang aktivitas ekonomi.

Selain BBM, Thang meminta perusahaan listrik negara, Vietnam Electricity (EVN), menghitung ulang biaya operasional dan memaksimalkan efisiensi agar memiliki ruang untuk menurunkan tarif listrik rata-rata bagi pelanggan.

Langkah tersebut dipertimbangkan ketika Vietnam menghadapi tekanan inflasi dan risiko tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi tahunan minimal 10%.

Data resmi menunjukkan inflasi tahunan Vietnam mencapai 5,08% pada September 2026, meningkat dari 4,89% pada Agustus. Angka tersebut berada di atas target inflasi pemerintah sebesar 4,5% untuk tahun ini.

Baca Juga: Bank Sentral Selandia Baru Tahan Suku Bunga 2,75%, Meski Buka Peluang Pengetatan

Di sisi lain, ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III-2026. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 10% sepanjang tahun, pertumbuhan pada kuartal IV-2026 harus melampaui 12%.

Dengan kondisi tersebut, rencana pengurangan pajak BBM dan penurunan tarif listrik menjadi salah satu opsi pemerintah Vietnam untuk meredam tekanan biaya energi bagi masyarakat dan dunia usaha, sembari mengejar target pertumbuhan ekonomi.