KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara diproyeksikan cukup beragam pada 2026. Berdasarkan
outlook terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) yang dirilis pada pertengahan Oktober, Vietnam menjadi negara dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan. Mengutip
VnExpress, ekonomi Vietnam diperkirakan tumbuh 8,4% pada 2026.
Sementara itu, Indonesia berada di posisi ketiga, kalah dari Malaysia.
Baca Juga: Indonesia Punya 3.833 Orang Superkaya, Terbanyak Kedua di Asia Tenggara Daftar Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara 2026
Berikut proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara pada 2026:
- Vietnam: 8,4 persen
- Malaysia: 5,2 persen
- Indonesia: 5,1 persen
- Singapura: 5,0 persen
- Laos: 4,5 persen
- Timor-Leste: 4,0 persen*
- Filipina: 3,4 persen
- Kamboja: 3,0 persen
- Thailand: 2,1 persen
- Myanmar: 2,0 persen
- Brunei: 1,9 persen
*Proyeksi Timor-Leste berasal dari Asian Development Bank (ADB) karena IMF tidak mencantumkan proyeksi untuk negara tersebut. Dari daftar tersebut, Vietnam menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang diproyeksikan mencatat pertumbuhan di atas 8%. Malaysia dan Indonesia berada di urutan berikutnya dengan pertumbuhan masing-masing 5,2% dan 5,1%. Singapura juga diperkirakan mencatat pertumbuhan yang relatif kuat, yakni 5%, sedangkan Laos berada di angka 4,5%. Di sisi lain, Brunei menjadi negara dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi paling rendah di Asia Tenggara pada 2026, yaitu 1,9%. Myanmar dan Thailand masing-masing diproyeksikan tumbuh 2% dan 2,1%.
Baca Juga: Kuliner Indonesia Diakui Dunia, Masuk 10 Besar Negara dengan Makanan Terbaik 2026 Bagaimana Proyeksi Ekonomi Asia Tenggara pada 2027?
Proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan pada 2027 juga menunjukkan Vietnam masih berada di posisi teratas. IMF memperkirakan ekonomi Vietnam tumbuh 7,5% pada 2027. Indonesia dan Filipina menyusul dengan proyeksi pertumbuhan masing-masing sebesar 5,1%. Sejumlah negara diperkirakan mampu mempertahankan pertumbuhan di kisaran 5% atau lebih dalam dua tahun ke depan.
Baca Juga: Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Susut Rp106 Triliun Usai Peringatan MSCI