Vietnam Usulkan Penghapusan Hukuman Mati untuk Enam Jenis Tindak Pidana



KONTAN.CO.ID - HANOI. Pemerintah Vietnam telah mengusulkan penghapusan hukuman mati untuk enam jenis tindak pidana, termasuk perdagangan narkoba dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur sebagai bagian dari revisi kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) negara tersebut yang diajukan ke parlemen.

Menurut laporan media pemerintah yang dilansir Reuters Kamis (20/8/2026), Menteri Keamanan Publik Luong Tam Quang mengatakan kepada Majelis Nasional bahwa rancangan undang-undang tersebut hanya akan mempertahankan hukuman mati untuk empat kejahatan, yaitu pengkhianatan negara, pembunuhan, terorisme, dan produksi narkotika secara ilegal.

"Penyempitan cakupan ini melembagakan kebijakan Partai, selaras dengan tren legislatif yang progresif, serta meningkatkan posisi Vietnam dalam kerja sama peradilan pidana, ekstradisi, dan bantuan hukum timbal balik," demikian pernyataan kementerian tersebut awal pekan ini. 


Baca Juga: Tesla Bersiap Luncurkan Cybercab, Robotaxi Tanpa Setir di Austin

Usulan ini menyusul amendemen yang mulai berlaku pada Juli 2025, yang menghapus hukuman mati untuk delapan tindak pidana, termasuk penggelapan dan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintah.  Perubahan tersebut menyelamatkan taipan properti Truong My Lan dari eksekusi setelah ia dinyatakan bersalah dalam kasus penipuan senilai US$ 12 miliar.

Berdasarkan rancangan undang-undang tersebut, tindak pidana lain yang tidak lagi diancam hukuman mati mencakup kerusuhan, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang, menurut surat kabar daring VnExpress. 

Majelis Nasional diperkirakan akan membahas rancangan undang-undang ini dalam beberapa minggu mendatang sebelum melakukan pemungutan suara pada sidang berikutnya, yang dimulai pada bulan Oktober. 

Baca Juga: Kapal Kontainer Korea Selatan Akan Menjajal Rute Arktik Menuju Eropa

Jika disetujui, revisi KUHP tersebut akan mulai berlaku pada Maret 2027, lapor surat kabar Tuoi Tre. 

Data mengenai hukuman mati merupakan rahasia negara di Vietnam, dan tidak diketahui berapa banyak orang yang saat ini sedang menunggu eksekusi mati di negara tersebut. 

Suntik mati merupakan satu-satunya metode eksekusi yang digunakan setelah penghapusan eksekusi oleh regu tembak pada tahun 2011.