KONTAN.CO.ID - NEW DELHI/HANOI. Produsen otomotif asal Vietnam, VinFast, menyiapkan strategi baru untuk memperbesar penetrasinya di pasar kendaraan listrik India. Perusahaan berencana mengembangkan dua model mobil listrik baru yang secara khusus ditujukan untuk pasar India, menurut lima sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters. Langkah ini menjadi perubahan strategi bagi VinFast setelah perusahaan menghentikan rencana produksi sejumlah model globalnya di India karena persoalan biaya. Kali ini, VinFast memilih mengembangkan kendaraan baru sejak tahap awal dengan melibatkan pemasok lokal India untuk menekan biaya produksi sekaligus menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen setempat. Dua model baru tersebut secara internal diberi kode VF X dan VF Y. VinFast telah memulai pembicaraan awal dengan sejumlah pemasok komponen di India, meskipun proses tersebut masih berada pada tahap awal.
Baca Juga: NATO Gagalkan Latihan Rahasia Rusia untuk Lumpuhkan Kabel Bawah Laut Lima sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menolak disebutkan namanya karena pembahasan masih bersifat privat. Mereka mengatakan rencana pengembangan kendaraan tersebut masih dalam tahap evaluasi dan masih dapat mengalami perubahan. Juru bicara VinFast tidak memberikan komentar mengenai detail kedua model tersebut. Perusahaan hanya menyatakan bahwa informasi mengenai produk baru akan diumumkan pada "waktu yang tepat".
Biaya Tinggi Dorong Perubahan Strategi VinFast
Perubahan strategi VinFast terjadi setelah perusahaan pada Juli 2026 menangguhkan rencana produksi tiga model globalnya di India, yakni VF 3, VF 6, dan VF 7. Keputusan tersebut diambil setelah VinFast menilai biaya produksi kendaraan-kendaraan tersebut tidak dapat ditekan cukup rendah untuk mencapai harga jual yang telah ditargetkan perusahaan. Saat ini, VinFast menjual dua model di India, yakni VF 6 dan VF 7. Kedua kendaraan tersebut dikirim dari Vietnam dalam bentuk kit untuk kemudian dirakit di fasilitas VinFast di India. Perusahaan menyatakan tetap akan melanjutkan perakitan kedua model tersebut. Dua sumber mengatakan, pada Agustus 2026, sejumlah eksekutif VinFast dari Vietnam datang ke India dan bertemu dengan sekitar 200 pemasok lokal untuk membahas rencana perusahaan di pasar otomotif terbesar ketiga dunia tersebut. VinFast memilih melibatkan pemasok India sejak tahap awal pengembangan kendaraan. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi persoalan harga dan struktur biaya sejak awal sehingga perusahaan tidak kembali menghadapi masalah biaya seperti pada pengembangan model sebelumnya. Salah satu sumber mengatakan VinFast ingin menciptakan kendaraan berukuran kompak dan terjangkau yang lebih kecil daripada crossover SUV VF 6, tetapi sedikit lebih besar dibandingkan SUV dua pintu VF 3. Ukuran tersebut diharapkan dapat memenuhi preferensi konsumen India yang cenderung menginginkan kendaraan dengan ruang kabin lebih luas. Desain kendaraan tersebut masih terus disempurnakan. Salah satu tantangan terbesar bagi VinFast adalah menemukan keseimbangan antara ukuran kendaraan dan biaya produksi.
Baca Juga: Harga Emas Menguat Seiring Pelemahan Dolar AS, Pasar Menanti Data Inflasi AS Dua sumber menyebut VinFast menargetkan VF X sebagai mobil listrik entry-level untuk pasar India dengan harga di bawah US$12.000. Harga tersebut kurang lebih setara dengan harga VF 3 di Vietnam yang menjadi salah satu model paling terjangkau VinFast di negara asalnya. Namun, rencana untuk memproduksi VF 3 secara lokal di India sebelumnya termasuk dalam proyek yang ditangguhkan. Sebagai perbandingan, VF 6 yang saat ini dijual di India dibanderol sekitar US$19.000 untuk varian dasar. Sementara itu, harga awal VF 7 mencapai sekitar US$24.250.
VinFast Bidik Segmen Mobil Listrik Murah India
Strategi baru tersebut akan membawa VinFast masuk ke salah satu segmen kendaraan listrik terbesar di India. Mobil dengan harga di bawah US$12.000 akan berhadapan langsung dengan produk dari produsen otomotif lokal seperti Tata Motors. Namun, segmen tersebut juga menjadi salah satu pasar yang paling sulit ditembus karena persaingan harga yang ketat dan kuatnya posisi produsen lokal. Penjualan kendaraan listrik di India terus meningkat seiring kenaikan harga bensin setelah perang Iran. Kendaraan listrik saat ini telah menyumbang lebih dari 7% dari total penjualan mobil di India. Pemerintah India menargetkan kontribusi kendaraan listrik dapat meningkat menjadi 30% dari total penjualan mobil pada 2030. Untuk menekan biaya pengembangan, VinFast tidak berencana membangun seluruh rantai produksi dari nol. Menurut sumber keenam yang mengetahui rencana lokal perusahaan, VinFast ingin memanfaatkan komponen dan peralatan yang sudah tersedia melalui jaringan pemasok di India untuk mengembangkan produk baru khusus pasar tersebut. Strategi tersebut diharapkan dapat membuat proses pengembangan lebih efisien sekaligus membantu VinFast mencapai target harga kendaraan.
VinFast Perbesar Investasi di India
India menjadi salah satu pasar strategis VinFast setelah perusahaan menghadapi tantangan untuk mencapai skala bisnis yang menguntungkan di Amerika Serikat dan Eropa. Produsen mobil listrik asal Vietnam tersebut telah berkomitmen menginvestasikan sekitar US$2 miliar di India. Tahun lalu, VinFast membuka pabrik pertamanya di luar Vietnam di negara tersebut.
Baca Juga: Apple Serbu Pasar HP Lipat, Samsung Mulai Pasang Strategi Perlawanan Perusahaan ingin menjadikan fasilitas tersebut sebagai basis manufaktur regional yang melayani pasar Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika. Didukung konglomerasi terbesar Vietnam, Vingroup, VinFast mulai menjual mobil di India pada September 2025. Hingga saat ini, perusahaan telah menjual sekitar 10.000 kendaraan di pasar tersebut.
Ambisi VinFast di India juga tidak hanya terbatas pada bisnis otomotif. Grup tersebut memiliki rencana yang lebih luas di berbagai sektor, termasuk properti, pendidikan, dan layanan kesehatan. Pabrik perakitan VinFast di India memiliki kapasitas produksi awal sekitar 50.000 unit kendaraan per tahun. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 150.000 unit per tahun. VinFast juga menyatakan telah memperoleh persetujuan investasi untuk melakukan ekspansi tahap kedua terhadap fasilitas produksinya di India. Dengan pengembangan VF X dan VF Y, VinFast kini berupaya mengubah pendekatan di India, dari sekadar membawa dan menyesuaikan model global menjadi mengembangkan kendaraan yang sejak awal dirancang dengan mempertimbangkan struktur biaya serta karakteristik pasar lokal.