VinFast Tunjuk Putra Sulung Pendirinya Jadi Chief Executive Global



KONTAN.CO.ID - HANOI. Produsen kendaraan listrik Vietnam, VinFast, menunjuk Ketua Pham Nhat Quan Anh, putra sulung pendiri Pham Nhat Vuong, sebagai chief executive global pada hari ini (12/9/2026). Penunjukan ini dilakukan seiring perusahaan yang merugi ini berencana melakukan restrukturisasi dan ekspansi ke luar negeri.

Anh, yang kini berusia 33 tahun, diangkat sebagai global chairman pada bulan Mei, juga akan menjabat sebagai chaiman dan chief executive VinFast Vietnam. Produsen EV ini berencana untuk melakukan restrukturisasi menjadi perusahaan yang lebih ringan asetnya karena berupaya tumbuh di pasar-pasar utama seperti Asia Tenggara dan India.

"Pham Nhat Quan Anh akan memegang tanggung jawab utama dan komprehensif untuk semua operasi VinFast saat perusahaan memasuki fase pertumbuhan baru," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.


Baca Juga: Korea Utara Tembakan Sejumlah Rudal Balistik ke Arah Laut

Anh akan menggantikan ayahnya, pendiri VinFast, Pham Nhat Vuong, sebagai kepala eksekutif. Vuong akan terus menjabat di dewan direksi VinFast.

Anh akan menjadi chief executive kelima VinFast. CEO sebelumnya termasuk mantan eksekutif General Motors James DeLuca, mantan kepala Opel Michael Lohscheller, dan Le Thi Thu Thuy, yang memimpin perusahaan melalui pencatatan sahamnya di Nasdaq.

Pada bulan Mei, VinFast meluncurkan rencana restrukturisasi yang akan mentransfer aset manufaktur senilai sekitar US$ 530 juta ke kelompok pembeli yang juga akan mengambil alih utang sekitar US$ 6,9 miliar, karena perusahaan otomotif tersebut berupaya mengurangi kebutuhan modal di masa mendatang.

Kompleksitas kesepakatan dan keterlibatan investor yang memiliki hubungan dengan Vingroup dan Vuong telah menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa analis dan pemegang saham.

VinFast melaporkan peningkatan pendapatan hampir 42% pada kuartal pertama tetapi mencatatkan kerugian bersih yang lebih besar. Perusahaan ini telah menerima dukungan keuangan berkelanjutan dari Vuong, pendiri dan ketua Vingroup, konglomerat terbesar Vietnam dan perusahaan induk VinFast.

Anh adalah lulusan Singapore Management University dan memegang sejumlah peran senior di VinFast dan perusahaan Vingroup lainnya sebelum menjadi ketua VinFast Auto. Ia akan tetap menjabat sebagai kepala eksekutif VinMetal, produsen baja dalam konglomerat Vingroup.

Baca Juga: Apple Bisa Kuasai 24,8% Pasar Foldable Berkat iPhone Duo

Juga pada hari Sabtu, Pham Nhat Minh Hoang, putra kedua Vuong, diangkat sebagai kepala eksekutif global di perusahaan taksi GSM yang terkait dengan VinFast, dengan Nguyen Quoc Tuan diangkat sebagai ketua global.

GSM berencana untuk melakukan pencatatan saham di Hong Kong pada tahun 2028, dan berencana untuk membeli sekitar 1 juta kendaraan listrik dan 4 juta skuter listrik dari VinFast antara tahun 2026 dan 2030.