Viralnya Bayi Monyet Salju “Punch” Soroti Konflik Petani dan Satwa Liar di Jepang



KONTAN.CO.ID - Seekor bayi monyet salju Jepang bernama Japanese macaque yang dijuluki Punch tengah mencuri perhatian publik dunia.

Aksinya bersama boneka orangutan kesayangannya viral di internet, memunculkan berbagai meme, bahkan menarik perhatian pejabat di Gedung Putih.

Namun di alam liar, kerabat Punch sesama monyet salju Jepang kerap dipandang sangat berbeda.


Baca Juga: Survei NAB: Aktivitas Bisnis Australia Stabil Februari 2026, Namun Optimisme Melemah

Banyak petani di Jepang menganggap monyet-monyet tersebut sebagai hama yang merusak tanaman sehingga perlu diusir, bahkan dibasmi untuk mencegah kerugian ekonomi.

Melansir Reuters Selasa (10/3/2026), data dari Kementerian Pertanian Jepang memperkirakan, monyet menyebabkan kerusakan pertanian senilai 770 juta yen (sekitar US$4,86 juta) pada 2024.

Kerugian tersebut mendorong pemerintah Jepang mengizinkan penangkapan dan pembunuhan ribuan primata setiap tahun.

Kebijakan ini memicu perdebatan antara pihak yang mengalami kerugian akibat tanaman yang dirusak monyet dan kelompok yang mendorong pendekatan yang lebih manusiawi.

Primatolog dari Kyoto University Takayo Soma mengatakan, langkah untuk mengurangi kerusakan tanaman memang penting, namun pembunuhan massal monyet tanpa dasar ilmiah yang jelas bukanlah solusi.

Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Rebound 3% Selasa (10/3), G7 Bergerak Stabilkan Pasar Energi

“Penting untuk menerapkan langkah pencegahan guna mengurangi kerusakan. Tetapi tidak ilmiah jika kita membunuh sejumlah monyet tanpa justifikasi yang tepat,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Shigeyuki Izumiyama, profesor dari Shinshu University.

Ia menila,i membunuh satu kelompok monyet sering kali hanya membuka ruang bagi kelompok lain untuk datang, sehingga praktik tersebut menjadi tidak efektif dan berpotensi berlangsung tanpa akhir.

Sebagai alternatif, sejumlah pakar mendorong langkah non-mematikan, seperti pemasangan pagar listrik atau penggunaan “anjing monyet” anjing peliharaan yang dilatih untuk mengusir monyet dari area pegunungan dan lahan pertanian.

Sementara itu, petani apel dari Prefektur Nagano, Takumi Matsuda, yang dikenal sering membagikan foto dan video monyet salju di media sosial mengatakan, manusia juga perlu menyadari peran mereka dalam memicu konflik dengan satwa liar, misalnya dengan memperluas aktivitas ke habitat alami monyet.

Baca Juga: Siapa yang Akan Menyerah Lebih Dulu di Perang Iran, Teheran atau Washington?

Meski demikian, Matsuda mengaku memahami kekhawatiran para petani terhadap kerusakan tanaman.

“Bukan berarti petani membenci monyet. Mereka hanya khawatir terhadap dampaknya pada mata pencaharian,” katanya.

Ia berharap popularitas Punch dapat mendorong lebih banyak orang untuk melihat langsung kehidupan monyet salju Jepang di alam liar.

“Saya berharap Punch bisa menjadi awal bagi lebih banyak orang untuk mengenal monyet Jepang yang hidup bebas di alam,” ujarnya.

TAG: