Virtue Diagnostics Sudah Produksi 31.000 Kit Reagen, Mulai Ekspor ke Filipina



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Virtue Diagnostics Indonesia memperkuat komitmennya mengembangkan ekosistem manufaktur alat diagnostik In Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia di tengah tantangan industri alat kesehatan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Industrial Symposium pada INDOHEALTHCARE GAKESLAB Expo 2026.

Forum ini menjadi momentum bagi Virtue Diagnostics untuk menunjukkan pengembangan manufaktur lokal melalui investasi global sekaligus mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional.


Baca Juga: Kecerdasan Buatan Buka Peluang Baru di Industri Kreatif, Kebutuhan Talenta Meningkat

Founder & Global CEO Virtue Diagnostics Johnson Zhang mengatakan, keputusan perusahaan berinvestasi di Indonesia didasarkan pada kebutuhan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan diagnostik berkualitas.

"Indonesia adalah negara dengan tantangan geografis yang sangat unik. Ribuan pulau, populasi yang besar, dan masih terbatasnya akses layanan diagnostik di berbagai daerah membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga diproduksi secara lokal. Karena itu, kami memilih untuk membangun manufaktur di Indonesia, bukan sekadar menjual produk ke Indonesia," ujar Johnson dalam keterangannya Sabtu (8/8/2026).

Mengusung filosofi In the Region, for the Region, Virtue Diagnostics membangun fasilitas manufaktur seluas 12.200 meter persegi di Cikarang. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit instrumen diagnostik per tahun dan 6.000 liter reagen per hari.

Fasilitas manufaktur tersebut diresmikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 2024.

Baca Juga: REI: Tambahan Pajak Properti Bisa Dorong Investor Lepas Aset

Perluas Portofolio Diagnostik

Pada 2026, Virtue Diagnostics kembali meningkatkan investasi di Indonesia dengan mengembangkan lini produk diagnostik molekuler dan meluncurkan cartridge-based immunology technology.

Ekspansi tersebut dilakukan untuk melengkapi portofolio diagnostik yang telah dimiliki perusahaan sekaligus memperluas cakupan solusi kesehatan di Indonesia.

Hingga saat ini, Virtue Diagnostics telah mengantongi izin edar untuk 193 produk diagnostik di Indonesia.

Perusahaan juga menyebut platform utamanya yang mencakup imunologi, biokimia, hematologi, dan diagnostik molekuler telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%.

Produk-produk tersebut ditujukan untuk mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), eliminasi tuberkulosis pada 2030, serta skrining kanker serviks melalui pemeriksaan HPV.

Johnson mengatakan, investasi di bidang manufaktur teknologi diagnostik membutuhkan kepastian ekosistem industri dalam jangka panjang.

"Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat manufaktur IVD di kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri melalui kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang, pengadaan berbasis nilai (value-based procurement), perlindungan terhadap produk dengan TKDN tinggi, kontrak pengadaan multiyears, serta komunikasi yang lebih erat sebelum implementasi kebijakan baru," tambahnya.

Baca Juga: Intip Strategi Ekspansi Darma Henwa (DEWA), Siapkan Capex Rp 2,4 Triliun Tahun Ini

Produksi Lokal Tumbuh

Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia Kurniasari Endah mengatakan, perusahaan menghadapi sejumlah tantangan sejak masuk ke pasar Indonesia pada 2024.

Menurutnya, kondisi ekonomi global, perubahan dinamika pasar, serta penurunan belanja pemerintah untuk alat kesehatan memberikan tekanan terhadap industri IVD nasional.

"Kami menyadari bahwa memasuki pasar Indonesia pada tahun 2024 bukanlah perjalanan yang mudah. Selain menghadapi kondisi pasar yang menantang, kami juga harus membangun kepercayaan terhadap produk IVD lokal di tengah dominasi merek-merek global yang telah hadir selama puluhan tahun," jelas Kurniasari.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Virtue Diagnostics tidak hanya mengandalkan pasar pemerintah.

Perusahaan memperkuat penetrasi ke sektor swasta, termasuk rumah sakit, laboratorium klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Hingga pertengahan 2026, Virtue Diagnostics Indonesia telah memproduksi lebih dari 150 unit instrumen diagnostik dan 31.000 kit reagen yang digunakan di berbagai rumah sakit dan laboratorium di Indonesia.

"Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk IVD hasil manufaktur Indonesia mampu bersaing dari sisi kualitas, performa, maupun keandalannya. Kami bangga karena semakin banyak tenaga kesehatan yang mempercayakan pelayanan diagnostiknya kepada produk buatan dalam negeri," ujar Kurniasari.

Komitmen terhadap kualitas juga diperkuat dengan diperolehnya sertifikasi ISO 13485, standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu Alat Kesehatan.

Sertifikasi tersebut mencakup proses pengembangan, produksi, hingga pengendalian mutu untuk memastikan produk memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kinerja yang ditetapkan.

Baca Juga: GAPKI Dorong Penguatan Industri Sawit

Mulai Ekspor ke Filipina

Selain memperkuat pasar domestik, Virtue Diagnostics Indonesia mulai memperluas pasar internasional melalui ekspor reagen bermerek VIRTUEDX dan instrumen diagnostik VERCENTRA ke Filipina.

Ekspansi tersebut menjadi langkah awal perusahaan untuk meningkatkan daya saing produk diagnostik buatan Indonesia di pasar global.

Ke depan, Virtue Diagnostics berencana melanjutkan investasi di bidang penelitian dan pengembangan, meningkatkan kapasitas manufaktur, menghadirkan inovasi diagnostik baru, serta memperluas jaringan distribusi di dalam dan luar negeri.

Perusahaan juga berharap dukungan kebijakan yang semakin kondusif bagi industri alat kesehatan nasional. Dengan demikian, ekosistem manufaktur IVD di Indonesia dapat berkembang, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Baca Juga: Pajak Rumah Sewa Berpotensi Menekan Minat Investor Properti, Ini Alasannya

Johnson dan Kurniasari menilai pengembangan industri IVD membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, tenaga kesehatan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan menggabungkan investasi global, kemampuan manufaktur lokal, inovasi teknologi, dan sumber daya manusia Indonesia, Virtue Diagnostics optimistis dapat berkontribusi terhadap penguatan kemandirian alat kesehatan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap solusi diagnostik berkualitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News