Virus corona berpotensi hambat mobilitas, bagaimana efeknya ke emiten telekomunikasi?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring dengan merebaknya virus corona di luar China, mobilitas masyarakat agaknya dibatasi untuk mencegah penyebaran yang lebih luas. Sebut saja Google dan Twitter yang meminta para pegawainya untuk bekerja dari rumah.

Alhasil, komunikasi yang biasanya dapat dilakukan secara tatap muka beralih ke komunikasi via online. Peralihan ini berpotensi meningkatkan trafik penggunaan layanan, terutama data dari para operator telekomunikasi.

Sebagai pengingat, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dua pasien positif virus corona di Indonesia untuk pertama kalinya pada Senin, 2 Maret 2020. Sejak saat itu, pengidap corona di Indonesia kian bertambah. 


Baca Juga: Pendapatan Bali Towerindo (BALI) tumbuh 33% pada 2019, tapi laba turun 8,6%

Berdasarkan situs World Health Organization per Jumat (12/3), ada 34 kasus corona di Indonesia dengan korban meninggal berjumlah satu orang.

Meskipun begitu, para emiten operator telekomunikasi kompak menyatakan, belum terjadi kenaikan trafik penggunaan data yang signifikan. 

Head of Corporate Communications PT XL Axiata Tbk (EXCL) Tri Wahyuningsih menyampaikan, trafik layanan di jaringan XL Axiata masih relatif normal.

"Kalaupun ada kenaikan trafik, tentu disebabkan berbagai faktor. Jadi, belum terlihat yang spesifik karena merebaknya virus corona," ungkap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (12/3). 

Meskipun begitu, menurut dia, XL Axiata akan terus memantau perkembangan virus corona untuk mengantisipasi adanya potensi kenaikan trafik data yang signifikan.

Editor: Herlina Kartika Dewi