KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, virus corona merupakan salah satu tantangan utama Indonesia dalam mengawali tahun 2020. Bahkan menurutnya, virus yang hingga saat ini belum dipastikan penyebabnya tersebut mampu menekan perekonomian Indonesia sebesar 0,1%-0,29%. "Konsensus (analis) mengatakan virus corona bisa memengaruhi perekonomian kita sebesar 0,1% hingga 0,29%," ujar dia ketika memberikan paparan dalam Mandiri Investment Forum di Jakarta, Rabu (5/2). Airlangga menjelaskan pengaruh virus corona yang cukup besar terhadap perekonomian RI disebabkan hubungan perdagangan dan pariwisata antara kedua negara yang cukup erat. China merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia, dan setiap tahunnya 2 juta wisatawan China menyambangi RI.
Baca Juga: PDB Indonesia tumbuh 5,02% sepanjang tahun 2019 lalu Data Komisi Kesehatan Nasional China menunjukkan hingga Selasa (4/2) malam korban meninggal akibat virus corona mencapai 490 jiwa di negara tersebut, dengan 24.324 lainnya telah dikonfirmasi terinfeksi. Penyebaran virus yang cukup pesat membuat aktivitas perekonomian di beberapa wilayah di China terhenti, salah satunya di pusat virus berasal, di Wuhan, Provinsi Hubei. "Ekonomi China diprediksi turun satu sampai 2%," ujar Airlangga lebih lanjut. Biro Statistik China dalam laporannya melaporkan pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu mencapai 6% hingga akhir 2019. Angka tersebut adalah yang terendah sejak 29 tahun terakhir. Ketua Umum Golkar itu mengatakan, dampak virus corona terhadap perekonomian yang cukup signifikan juga disebabkan oleh ukuran ekonomi China yang sudah berkali lipat lebih besar. Baca Juga: Harga minyak melambung lebih dari 1% menunggu pertemuan OPEC+