VISI Akan Selesaikan Akuisisi RS Hasna Medika Kuartal IV, Punya Utang Rp 33,45 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) akan mengubah arah bisnis. Perusahaan perdagangan bahan advertising dan printing ini akan menambah kegiatan usaha sebagai perusahaan induk (holding company). Hal ini dilakukan sejalan dengan rencananya mengakuisisi 72,91% saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), pengelola jaringan rumah sakit khusus jantung Hasna Medika di Cirebon dan sekitarnya.

Menurut Direktur Satu Visi Putra Hendra Budianto dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (28/9/2026), aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi VISI ke sektor pelayanan kesehatan.

VISI telah menandatangani dua perjanjian bersyarat terkait pengambilalihan Hasna Medika Bakti Cirebon pada 20 September 2026.


Baca Juga: OSL Indonesia Bidik Pangsa Hingga 10% di Tengah Pertumbuhan Pasar Kripto

Perjanjian dilakukan melalui Conditional Share Subscription Agreement (CSSA), VISI akan mengambil bagian atas 142.393 saham baru HMBC atau setara 65% dari modal disetor HMBC. Selain itu, melalui Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA), VISI akan membeli 17.325 saham eksisting HMBC dari PT Hasna Medika Utama Group.

Setelah seluruh proses tersebut rampung, kepemilikan VISI di HMBC akan mencapai 72,91%.

Seiring dengan transaksi tersebut, VISI juga akan menambah kegiatan usaha utama berupa aktivitas perusahaan induk dengan kode KBLI 64210.

Dengan perubahan ini, bisnis perdagangan bahan advertising dan printing yang selama ini dijalankan perusahaan yang baru dimiliki Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini, termasuk perdagangan banner, display, tinta dan PVC board, serta pergudangan, tidak serta-merta dihapus dari anggaran dasar. Kegiatan usaha lama tersebut akan dikurangi secara bertahap seiring dengan pengalihan kendali kepada PT Harmoni Semesta Investama sebagai pengendali baru.

Sebelum proses pengambilalihan diselesaikan, perusahaan rumah sakit asal Cirebon ini juga melakukan restrukturisasi utang. Total utang sebesar Rp 33,45 miliar kepada tiga kreditur atau pengurus eksisting akan dikonversi menjadi 18.692 saham baru HMBC.

Rinciannya, utang kepada Pieter Tanuri sebesar Rp 24,4 miliar dikonversi menjadi 13.636 saham. Setelah konversi, masih terdapat sisa pokok utang sebesar Rp 5 miliar yang tetap menjadi kewajiban HMBC secara terpisah.

Kemudian, utang kepada Darwin Cyril Noerhadi sebesar Rp 8,4 miliar dikonversi menjadi 4.694 saham, sedangkan utang kepada Roy Himawan sebesar Rp 647 juta dikonversi menjadi 362 saham.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 2%, Negosiasi AS-Iran Buntu, Pasokan Timur Tengah Tertekan

Dari sisi perbankan, HMBC telah memperoleh persetujuan kreditur atas rencana akuisisi tersebut. Persetujuan masing-masing diperoleh dari PT Bank OCBC NISP Tbk pada 10 September 2026 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk pada 15 September 2026.

HMBC sendiri memiliki posisi keuangan yang relatif ketat. Per 30 April 2026, HMBC mencatat total aset Rp 365,32 miliar, dengan liabilitas mencapai Rp 335,06 miliar dan ekuitas Rp 30,26 miliar.

Dalam empat bulan pertama 2026, HMBC membukukan pendapatan usaha Rp 75,46 miliar dan laba bruto Rp 16,58 miliar. Namun, perusahaan masih mencatat rugi bersih Rp 12,34 miliar.

Meski demikian, VISI melihat adanya potensi kontribusi bisnis kesehatan terhadap kinerja konsolidasi setelah akuisisi. Berdasarkan studi kelayakan yang disusun KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan induk dinilai layak, dengan proyeksi peningkatan kontribusi pendapatan konsolidasian dan profitabilitas pasca-akuisisi.

Sementara itu, KJPP Dasa'at, Yudistira dan Rekan menilai nilai pasar 100% saham HMBC per 30 April 2026 sebesar Rp 54,76 miliar. KJPP tersebut juga memberikan pendapat bahwa transaksi pengambilalihan saham HMBC oleh VISI adalah wajar.

Untuk merealisasikan transformasi bisnis tersebut, VISI akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB ditetapkan berdasarkan recording date 23 September 2026. Pemanggilan RUPSLB telah dilakukan pada 24 September 2026, sedangkan rapat dijadwalkan berlangsung pada 16 Oktober 2026.

Jika seluruh persetujuan dan persyaratan transaksi terpenuhi, pelaksanaan transaksi ditargetkan pada 23 Oktober 2026 atau kuartal IV-2026.

Pada Senin (28/9/2026), harga saham VISI turun 10,07% di Rp 1.250 per saham. 

Baca Juga: Satu Visi (VISI) Private Placement 307,8 Juta Saham, Ada Potensi Dilusi 9,09%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News