KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) berencana mengonversi utang sebesar Rp 1,72 triliun menjadi saham baru melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari restrukturisasi utang berdasarkan perjanjian perdamaian yang telah memperoleh pengesahan pengadilan atau homologasi. Corporate Secretary Visi Media Asia Neil R Tobing dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (9/10/2026) memaparkan, VIVA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 43,08 miliar saham Seri C dengan nilai nominal sekaligus harga pelaksanaan Rp 40 per saham. Saham baru tersebut akan dialokasikan kepada dua kreditur, yakni PT Mandara Sentra Perdana (MSP) dan PT Bina Aksara Muliatama (BAM). MSP akan memperoleh 25,27 miliar saham Seri C, sedangkan BAM mendapatkan 17,81 miliar saham Seri C. Keduanya menerima saham sebagai pengganti sebagian piutang kepada VIVA.
Visi Media (VIVA) Konversi Utang Rp 1,72 Triliun Jadi Saham dan Bikin Dilusi 72,35%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) berencana mengonversi utang sebesar Rp 1,72 triliun menjadi saham baru melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari restrukturisasi utang berdasarkan perjanjian perdamaian yang telah memperoleh pengesahan pengadilan atau homologasi. Corporate Secretary Visi Media Asia Neil R Tobing dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (9/10/2026) memaparkan, VIVA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 43,08 miliar saham Seri C dengan nilai nominal sekaligus harga pelaksanaan Rp 40 per saham. Saham baru tersebut akan dialokasikan kepada dua kreditur, yakni PT Mandara Sentra Perdana (MSP) dan PT Bina Aksara Muliatama (BAM). MSP akan memperoleh 25,27 miliar saham Seri C, sedangkan BAM mendapatkan 17,81 miliar saham Seri C. Keduanya menerima saham sebagai pengganti sebagian piutang kepada VIVA.