VKTR Optimistis Target 10.000 Bus Listrik Transjakarta Dorong Penjualan EV



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membidik peluang pertumbuhan bisnis kendaraan listrik seiring percepatan elektrifikasi transportasi publik dan sektor komersial di Indonesia. 

Salah satu pasar yang dibidik perseroan berasal dari program elektrifikasi armada Transjakarta yang ditargetkan mencapai 10.000 unit hingga 2030.

Direktur Utama VKTR Anindra Ardiansyah Bakrie mengatakan, Transjakarta menjadi pasar strategis sekaligus acuan bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan transportasi publik berbasis kendaraan listrik.


“Transjakarta ini adalah model benchmarking bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Anindra usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Produk Mamin Indonesia Raup Nilai Transaksi US$ 3,55 Juta di SIAL Shanghai 2026

Menurut dia, Transjakarta telah memaparkan rencana pengadaan bus listrik secara bertahap mulai dari bus besar, sedang, hingga kecil. Namun realisasi pengadaan tetap bergantung pada persetujuan anggaran pemerintah daerah.

“Pelaksanaannya sangat tergantung dari beliau-beliau di Transjakarta. Jadi masalah pengajuan anggaran mereka ke DPRD, misalnya anggaran tahunannya masih belum sepenuhnya disetujui,” katanya.

Selain sektor transportasi publik, VKTR juga melihat peluang pertumbuhan datang dari segmen pertambangan, perkebunan, dan logistik yang mulai melirik kendaraan listrik akibat tingginya harga bahan bakar minyak (BBM), terutama di luar Pulau Jawa.

“Dari segmen pertambangan, segmen perkebunan, segmen logistik, apalagi kalau ngomong di luar Pulau Jawa, mereka sangat tertarik untuk segera melakukan konversi dari diesel menuju electric vehicle,” ujarnya.

Anindra menyebut tingginya harga dan keterbatasan pasokan BBM di luar Jawa menjadi salah satu faktor yang mendorong minat konversi kendaraan komersial ke kendaraan listrik.

Saat ini posisi VKTR cukup kompetitif dalam pengadaan kendaraan listrik nasional karena telah mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%.

“Mudah-mudahan kita bisa menjadi preferred supplier untuk Transjakarta,” katanya.

 
VKTR Chart by TradingView

Dalam RUPST, VKTR juga menunjuk mantan Direktur Utama Transjakarta Mochamad Yana Aditya ke jajaran direksi. Kehadiran Yana diharapkan memperkuat strategi VKTR dalam menangkap peluang elektrifikasi transportasi.

“Saya yakin dengan ada tambahan di sini juga dari yang baru ada Pak Yana, dengan ekspertis masing-masing, semakin memperkuat VKTR,” ujar Bakrie. 

Sementara itu, Direktur VKTR Mochamad Yana Aditya optimistis kinerja perseroan akan terus membaik pada tahun ini.

“Sebetulnya 2025 itu laba neto kita ini positif, lebih tinggi dari tahun 2024. Dan untuk pendapatan 2026 InsyaAllah naik,” ungkapnya.

VKTR mencatat, penjualan kendaraan listrik meningkat 60% sepanjang 2025 dibanding tahun sebelumnya. VKTR juga telah menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk Transjakarta dari total pesanan 80 unit, sementara sisa pengiriman dirampungkan pada kuartal I-2026.

Hingga April 2026, armada kendaraan listrik produksi VKTR telah mencatat jarak tempuh operasional lebih dari 17 juta kilometer dan berkontribusi terhadap estimasi pengurangan emisi karbon hingga 15.000 ton CO2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: