Volkswagen Gandeng Xpeng, Luncurkan Mobil Listrik Baru di China



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volkswagen kembali memperkuat strategi kendaraan listriknya di China dengan meluncurkan masa prapenjualan model terbaru hasil pengembangan bersama produsen mobil listrik China, Xpeng.

Model baru tersebut adalah ID. UNYX 09, sedan fastback listrik yang menjadi produk kedua dari kolaborasi Volkswagen dengan Xpeng. Langkah ini ditempuh Volkswagen untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik sekaligus mengejar ketertinggalan dari produsen otomotif China.

Peluncuran ID. UNYX 09 berlangsung di tengah tekanan yang semakin besar terhadap bisnis Volkswagen di pasar China. Penjualan yang melemah dan margin keuntungan yang semakin tipis membuat produsen otomotif asal Jerman tersebut menghadapi tantangan di pasar terbesarnya.


ID. UNYX 09 merupakan bagian dari strategi Volkswagen bertajuk "in China, for China", yang ditujukan untuk mempercepat pengembangan kendaraan dan meningkatkan daya saing menghadapi produsen lokal seperti BYD dan Geely.

Kemitraan dengan Xpeng menjadi salah satu bagian penting dari strategi transformasi Volkswagen di China. Kolaborasi tersebut sebelumnya menghasilkan model pertama, yakni SUV listrik ID. UNYX 08, yang diluncurkan pada awal 2026.

Baca Juga: AS Masih Bergantung pada China untuk Rare Earth hingga 2030-an

Meski telah mempercepat ekspansi kendaraan listrik, Volkswagen masih menghadapi penurunan penjualan yang signifikan di China. Pengiriman kendaraan Volkswagen ke China turun 26% menjadi 971.000 unit pada semester I-2026.

Dalam laporan pada Juli 2026, Volkswagen mengakui bahwa perusahaan "tidak mampu menghindari" penurunan signifikan yang terjadi di pasar otomotif China. Volume pengiriman tersebut menjadi yang terendah dalam 16 tahun terakhir.

Volkswagen Pangkas Waktu Pengembangan Mobil Listrik

Volkswagen juga mengklaim mampu membawa ID. UNYX 09 dari tahap pengembangan hingga produksi hanya dalam waktu 24 bulan. Periode tersebut sekitar 30% lebih cepat dibandingkan proses pengembangan sebelumnya.

Percepatan tersebut dilakukan melalui penggunaan arsitektur kendaraan yang dikembangkan dan berbasis di China. Strategi ini mencerminkan upaya Volkswagen untuk menyesuaikan proses pengembangan kendaraan dengan karakteristik pasar otomotif China yang berkembang cepat.

ID. UNYX 09 merupakan mobil listrik berukuran menengah hingga besar dengan desain coupe. Kendaraan tersebut menggunakan baterai produksi CATL serta sistem bantuan mengemudi cerdas VLA milik Xpeng.

Produksi ID. UNYX 09 akan dilakukan di pabrik Volkswagen di Hefei, China, yang juga menjadi fasilitas produksi ID. UNYX 08. Pabrik tersebut berada di sebelah barat Shanghai.

Dalam masa prapenjualan, Volkswagen menetapkan harga awal ID. UNYX 09 sebesar 199.900 yuan atau sekitar US$29.785. Penjualan resmi mobil listrik tersebut dijadwalkan dimulai pada akhir Oktober 2026.

Baca Juga: MU Melepas Sebagian Besar Aset Old Trafford untuk Dijual

Pangsa Pasar Volkswagen Tertekan Merek China

Persaingan di industri otomotif China semakin ketat seiring meningkatnya penetrasi merek lokal. Produsen kendaraan listrik asal China terus memperbesar pangsa pasar yang sebelumnya menjadi basis kuat bagi merek-merek asing, termasuk Volkswagen.

Untuk merespons perubahan tersebut, Volkswagen berencana meluncurkan lebih dari 20 model kendaraan listrik berbasis baterai dan plug-in hybrid di China sepanjang 2026.

Kolaborasi Volkswagen dan Xpeng sendiri dimulai pada 2023. Pada saat itu, Volkswagen membeli sekitar 5% saham Xpeng sebagai bagian dari kemitraan strategis untuk mengembangkan kendaraan listrik bagi pasar China.

Kerja sama tersebut kini berpotensi berkembang lebih jauh. Xpeng juga berencana menawarkan teknologinya kepada produsen otomotif asing lainnya.

Reuters sebelumnya melaporkan secara eksklusif pada September 2026 bahwa Xpeng tengah memperluas bisnis teknologinya di luar kerja sama dengan Volkswagen dengan menyediakan teknologi kepada produsen mobil asing lainnya.

Langkah tersebut menunjukkan semakin pentingnya teknologi dan kecepatan pengembangan lokal dalam persaingan kendaraan listrik China, sekaligus mencerminkan perubahan hubungan antara produsen otomotif global dan perusahaan teknologi otomotif China.