Volume Loading Dana Brata (TEBE) 810.000 Ton hingga September, Jajaki Trading BBM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) mencatatkan peningkatan aktivitas operasional pada kuartal III-2026. Volume loading batubara perusahaan ini meningkat menjadi 572.000 ton pada Agustus 2026 dan mencapai 810.000 ton hingga akhir September 2026, seiring meningkatnya produksi batubara para pemilik izin usaha pertambangan (IUP) yang menjadi pelanggan perusahaan.

Direktur Utama PT Dana Brata Luhur Tbk GT Denny Ramdhani dalam keterbukaan informasi di BEI pada Rabu (7/10/2026) menjelaskan, kenaikan volume hauling dan loading pada Juli–Agustus 2026 didorong peningkatan produksi batubara pelanggan setelah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 mereka disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Selain mengandalkan bisnis infrastruktur logistik dan jasa kepelabuhanan, TEBE juga mulai mengembangkan sumber pendapatan baru melalui perdagangan atau trading batubara. Melalui entitas anak PT Talenta Bumi, perusahaan telah merealisasikan pengiriman perdana sebanyak 7.400 metrik ton (MT).


Baca Juga: Indosat (ISAT) dan F5 Luncurkan Intelligence Suite, Sasar 50 Bisnis

Denny menyebut, transaksi perdana tersebut belum memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan. Namun, pengembangan trading batubara diharapkan membuka peluang pendapatan baru dengan memanfaatkan sinergi fasilitas pelabuhan dan jaringan logistik yang dimiliki perusahaan.

TEBE juga tengah menjajaki pengembangan layanan kepelabuhanan untuk komoditas di luar batubara. Pada tahap awal, perusahaan ini mengkaji peluang komoditas pendukung industri, sektor energi, dan bahan baku operasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan internal grup. Perusahaan ini belum menetapkan jadwal realisasi karena masih mengevaluasi potensi pasar, kesiapan infrastruktur, aspek operasional, dan kelayakan ekonomi.

Selain itu, melalui PT Talenta Bumi Energi, TEBE sedang mengajukan izin untuk menjalankan usaha perdagangan bahan bakar minyak (BBM).

Dari sisi jasa kepelabuhanan, PT Pelabuhan Talenta Bumi mulai menjalankan kegiatan usaha setelah memperoleh izin operasi pada Januari 2026. Anak usaha tersebut saat ini masih melayani komoditas batubara. Layanan loading batubara dan kepelabuhanan menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan TEBE, yakni sebesar 46,7%.

Manajemen menilai pergerakan harga saham TEBE turut dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi lonjakan harga batubara global yang sempat menyentuh US$ 153 per ton pada September 2026, persetujuan RKAB pelanggan, serta optimisme pasar terhadap ekspansi perusahaan-perusahaan dalam ekosistem yang terafiliasi dengan perusahaan.

Adapun faktor internal mencakup mulai beroperasinya PT Pelabuhan Talenta Bumi sebagai badan usaha kepelabuhanan, pencatatan laba positif pada laporan keuangan triwulan II-2026, serta peningkatan volume loading dan produksi batubara para pelanggan.

Baca Juga: Danantara Buka Peluang Borong Saham Saat Pasar Tertekan

Pada semester I-2026, volume loading batubara TEBE turun 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut terjadi karena permintaan pengapalan dari pemilik IUP melemah akibat belum disetujuinya RKAB 2026 hingga periode tersebut.

Meski volume loading turun, pendapatan konsolidasian TEBE pada semester I-2026 meningkat 3,5% secara tahunan menjadi Rp 176,9 miliar, dari Rp 170,9 miliar pada semester I-2025. Perusahaan ini mengaitkan kenaikan pendapatan dengan strategi diversifikasi jasa logistik batubara.

TEBE membukukan laba bersih Rp 20,1 miliar pada semester I-2026, turun 27,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba dipengaruhi berkurangnya produksi batubara dan kenaikan harga pokok produksi akibat meningkatnya harga beli solar.

Per 30 Juni 2026, total aset TEBE tercatat Rp 1,09 triliun, turun 15% dibandingkan posisi akhir 2025. Penurunan tersebut terutama disebabkan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 200,5 miliar pada semester I-2026.

Meski demikian, posisi keuangan perusahaan ini ditopang kas dan setara kas sebesar Rp 433,4 miliar, rasio lancar 12,8 kali, serta rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) sebesar 4,9%. Manajemen menyatakan perusahaan tidak memiliki pinjaman berbunga.

Ke depan, TEBE berfokus pada penguatan operasional, efisiensi biaya, optimalisasi aset, dan pengembangan peluang usaha baru. Untuk 2027, perusahaan ini menargetkan pertumbuhan positif dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar, dinamika harga komoditas global, dan pemulihan ekonomi.

Saham TEBE pada Jumat (9/10/2026) menguat 4,09% di level Rp 2.800 per saham. Dalam lima hari saham TEBE naik 16,67%. 

Baca Juga: Wall Street Naik Didorong Penurunan Harga Minyak Pasca Meredanya Kekhawatiran Pasokan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: