KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) tak dapat terhindar dari penurunan volume penjualan rokok di tengah pandemi Covid-19. Direktur Utama HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dalam pertemuan dengan wartawan secara virtual mejelaskan, penurunan ekonomi Indonesia di tahun lalu juga dirasakan oleh industri rokok, yang masuk dalam bisnis barang konsumer. Di 2020, secara industri, volume penjualan rokok mengalami penurunan hampir 10%. "Sedangkan volume penjualan HMSP di tahun lalu turun 19%. Namun untuk kinerja keuangan secara detail, harus menunggu laporan keuangan yang akan disampaikan segera," jelas Mindaugas, Kamis (4/3).
Baca Juga: Kinerja emiten rokok tertekan cukai, cermati rekomendasi saham dari analis berikut Dalam menghadapi kondisi bisnis yang menantang, Mindaugas mengatakan, HMSP fokus pada empat hal yaitu kesehatan pekerja, keberlangsungan bisnis, dukungan untuk partner dan komunitas bisnis serta berinvestasi dalam kajian studi bisnis yang tepat untuk di masa datang. Lebih lanjut, Mindaugas menjamin bahwa HM Sampoerna tidak akan memangkas jumlah karyawan serta menjamin stabilitas finansial para pekerjanya. Artinya, gaji para karyawan akan tetap dibayarkan tepat waktu dan tidak ada pemangkasan. "Dengan membuat karyawan bahagia dan merasa memiliki perusahaan, maka mereka bisa membantu bisnis HM Sampoerna," jelas dia. Dalam pertemuan virtual tersebut, Mindaugas juga menjawab pertanyaan mengenai dampak kebijakan cukai yang berlaku pada Februari 2021 terhadap penjualan HMSP. Mindaugas mengapresiasi keputusan yang diambil pemerintah untuk menunda pemberlakuan cukai selama satu bulan dan tidak mengenakan cukai pada seluruh golongan sigaret kretek tangan (SKT).