Volume Produksi ABM Investama (ABMM) Capai Target Tahun Lalu, Begini Proyeksi di 2023



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencapai target volume produksi dan penjualan yang ditetapkan di sepanjang 2022 yakni di kisaran 13 juta hingga 14 juta ton. 

Direktur ABMM Adrian Erlangga menyatakan penjualan di 2022 sekitar 13,7 juta ton. “Perihal prospek di tahun 2023, semoga akan sebaik 2022 mengingat kebutuhan energi tidak pernah turun,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (5/1).

Maka itu, Adrian menyatakan, pihakya membidik target produksi dan penjualan sekitar 12,4 juta ton di sepanjang tahun ini. Target ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022 lantaran cadangan batubara tambang ABMM sudah berkurang. 


Baca Juga: ABM Investama (ABMM) Siapkan Belanja Modal Lebih dari US$ 200 Juta di 2023

Hingga akhir tahun 2021, cadangan batubara di wilayah konsesi pertambangan PT Tunas Inti Abadi (TIA) sebesar 4,42 juta ton hingga akhir Desember 2021. 

Sementara cadangan batubara di konsesi tambang Aceh yang dimiliki PT Mifa Bersaudara (MIFA) dan PT Bara Energi Lestari (BEL) mencapai 200,36 juta ton. 

Adrian menyampaikan, di sepanjang 2023 pihaknya akan fokus meningatkan volume produksi batubara yang ditargetkan oleh mitra kerjanya. “Untuk itu kami berencana menambah alat berat,” jelasnya. 

Untuk mendukung rencana tersebut, ABMM menyiapkan belanja modal lebih dari US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,12 triliun (kurs Rp 15.600).

Baca Juga: ABM Investama (ABMM) Optimistis Permintaan Batubara Tetap Tinggi pada Tahun 2023

Adrian mengungkapkan, capex ini terutama dialokasikan untuk pembelian alat berat. Namun sayang, Adrian belum bisa membeberkan berapa banyak alat berat yang akan dibeli karena masih melihat perkembangan bisnis secara global. 

Adrian bilang, dengan tren kenaikan suku bunga di banyak negara, manajemen ABM Investama harus lebih bijaksana. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli