Volume Produksi dan Penjualan Batubara Indo Tambangraya (ITMG) Turun



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Volume produksi dan penjualan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) kompak menurun hingga kuartal III 2022. Sepanjang periode ini, ITMG memproduksi sebanyak 12,3 juta ton batubara. Realisasi ini tercapai di tengah curah hujan yang tinggi.

Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, produksi ITMG menyusut 7,51%. Produksi batubara ITMG pada periode tersebut sebesar 13,3 juta ton batubara.

Sementara itu, volume penjualan tercapai sebanyak 13,8 juta ton batubara. Jumlah ini menurun 6,75% dari penjualan di periode yang sama tahun lalu, yakni 14,8 juta ton.


Batubara ITMG mayoritas dipasarkan ke China, yakni sebanyak 4,2 juta ton, disusul Indonesia sebanyak 2,9 juta ton, Jepang sebanyak 1,9 juta ton, Filipina sebanyak 1,1 juta ton, India sebanyak 1,0 juta ton, dan sisanya dilempar ke negara-negara lain di Asia Pasifik.

Baca Juga: Laba Indo Tambangraya (ITMG) Capai US$ 893,81 Juta, Melejit 230%

Untuk tahun ini, ITMG menargetkan volume produksi antara 16,9 juta ton sampai 17,1 juta ton dengan volume penjualan sebesar 19,0 juta ton sampai 19,5 juta ton batubara.

“Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 80% harga jualnya telah ditetapkan, 16% mengacu pada indeks harga batubara, sedangkan sisa 4% belum terjual,” terang Direktur Utama Indo Tambangraya Megah, Mulianto, Rabu (16/11)

Meski kinerja operasional menurun, emiten pertambangan batubara ini berhasil mencatatkan kenaikan kinerja keuangan. ITMG membukukan laba bersih mencapai US$ 893,81 juta per kuartal ketiga 2022. Realisasi ini melejit 230% dari laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 271,50 juta

Alhasil, laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ITMG naik menjadi US$ 0,80 dari sebelumnya US$ 0,25.

Naiknya laba bersih ITMG sejalan dengan naiknya pendapatan. Konstituen Indeks Kompas100 ini membukukan pendapatan senilai US$ 2,61 miliar, naik 97,7% dari sebelumnya hanya US$ 1,32 miliar di periode yang sama tahun 2021.

Salah satu penyebab kenaikan pendapatan ITMG adalah kenaikan rata-rata harga jual batubara alias average selling price a(ASP) di sepanjang sembilan bulan pertama 2022.

Baca Juga: Simak Kinerja Moncer Indo Tambangraya (ITMG) Hingga Kuartal III-2022

 
ITMG Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat