JAKARTA. Perdagangan obligasi korporasi di pasar sekunder selama November 2015 terbilang ramai. Mengacu data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per November 2015, volume transaksi obligasi korporasi melambung 33,6% (mom) dari semula Rp 11,82 triliun menjadi Rp 15,79 triliun. Periode sama, frekuensi transaksi obligasi korporasi juga menggemuk dari 1.789 kali menjadi 1.828 kali. Analis Sucorinvest Central Gani Ariawan menjelaskan, ada dua faktor yang mendorong kenaikan volume dan frekuensi transaksi obligasi korporasi selama November 2015.
Volume transaksi obligasi korporasi naik 33,6%
JAKARTA. Perdagangan obligasi korporasi di pasar sekunder selama November 2015 terbilang ramai. Mengacu data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per November 2015, volume transaksi obligasi korporasi melambung 33,6% (mom) dari semula Rp 11,82 triliun menjadi Rp 15,79 triliun. Periode sama, frekuensi transaksi obligasi korporasi juga menggemuk dari 1.789 kali menjadi 1.828 kali. Analis Sucorinvest Central Gani Ariawan menjelaskan, ada dua faktor yang mendorong kenaikan volume dan frekuensi transaksi obligasi korporasi selama November 2015.