KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 14,90%. Senin (2/3), IHSG terkoreksi 1,71% pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua warga Indonesia yang suspect virus corona (Covid-19). Investor asing masih melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 29,36 miliar di pasar regular. Dalam satu pekan, jumlah dana asing yang kabur dari pasar saham domestik mencapai Rp 3,40 triliun di pasar regular dan Rp 3,66 triliun di semua pasar. Baca Juga: Dua WNI positif corona, IHSG anjlok 1,68% ke 5.361 pada akhir perdagangan hari ini
Namun, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, pelemahan indeks tidak hanya terjadi pada IHSG. Bursa saham negara lain juga mengalami koreksi cukup dalam. Penurunan terdalam dialami oleh bursa Thailand yang turun 15,03%, disusul IHSG, bursa Filipina (-13,15%), Vietnam (-8,2%), Malaysia (-6,68,%), dan Singapura (-6,57%). “Sehingga, kalau kita lihat bukan hanya indeks kita yang mengalami penurunan. Karena indeks global terkoreksi maka indeks kita juga terkoreksi,” jelas Inarno saat konferensi pers Update Pasar Modal di Gedung BEI, Senin (2/3). Inarno melanjutkan, BEI bersama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Sekretaris Negara, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan audiensi bersama Presiden Jokowi untuk mengantisipasi dampak virus corona terhadap pasar modal Indonesia. Dalam audiensi tersebut, pelaku pasar diharapkan agar tidak pani, selalu optimistis, dan tidak terlalu reaktif terhadap penurunan indeks.