Wabah Ebola di Kongo Makin Parah, Korban Tewas Tembus 2.500 Orang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) semakin mengkhawatirkan.

Jumlah korban meninggal dunia telah menembus lebih dari 2.500 orang, sementara penyebaran virus berlangsung secara eksponensial di wilayah yang luasnya melebihi Prancis tersebut.

Koordinator senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk penanganan Ebola, Julien Harneis, mengatakan laju penyebaran wabah saat ini menjadi perhatian serius.


Baca Juga: Wabah Ebola Kongo Tembus Rekor, Lebih dari 1.000 Kasus dalam Sebulan

Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan pendanaan untuk penanganan wabah.

“Pendanaan bantuan hanya mencukupi untuk beberapa minggu ke depan,” kata Harneis, Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, penanganan wabah dapat terganggu jika tambahan dana tidak segera tersedia. Kebutuhan pendanaan menjadi semakin mendesak seiring meluasnya wilayah terdampak dan meningkatnya jumlah korban.

Harneis juga menyoroti serangkaian serangan terhadap tenaga kesehatan yang menangani wabah Ebola.

Ia menilai serangan tersebut tidak dapat diterima karena berpotensi menghambat upaya pengendalian penyebaran virus.

Baca Juga: Wabah Ebola Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo Kian Ganas, 800 Orang Meninggal

Wabah yang terus meluas membuat kebutuhan terhadap dukungan kemanusiaan dan layanan kesehatan semakin besar.

Tanpa tambahan pendanaan dan kondisi kerja yang aman bagi tenaga kesehatan, upaya membendung Ebola di Kongo menghadapi risiko semakin berat.