Wah, Harga Emas Spot Cetak Rekor Tertinggi di US$ US$ 2.448 per troi ons



MOMSMONEY.ID - Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Emas melompat didorong meningkatnya optimisme bahwa Federal Reserves (Fed) akan mulai melonggarkan kebijakan moneter tahun ini dan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip Bloomberg, Senin (20/5) hingga pukul 13.00 WIB, harga emas spot naik 1,38% mencapai US$ 2.448,64 per troi ons pada awal perdagangan Asia. Harganya melampaui rekor intraday yang sebelumnya dicapai April lalu.

Pedagang telah meningkatkan taruhan bahwa Fed dapat menurunkan suku bunga pada awal September, sebuah skenario yang akan mendukung emas yang tidak menawarkan bunga.


Pekan lalu, dollar AS berakhir melemah setelah data yang dirilis Rabu menunjukkan inflasi April berkurang lebih dari yang diharapkan. Hal ini memberikan dukungan untuk emas yang dihargakan dalam dollar.

Emas yang merupakan aset safe haven juga menjadi sorotan pada hari ini setelah kemarin sebuah helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi jatuh dalam kabut tebal. Berita itu menambah kesan meningkatnya risiko geoplitik di seluruh kawasan, setelah sebuah kapal tanker minyak tujuan China dihamtan oleh rudal Houthi di Laut merah pada Sabtu.

Baca Juga: Emas Spot Lampaui US$ 2.400, Rekor Harga Penutupan Tertinggi

Menurut Nicholas Frapell, Kepala pasar institusional global di ABC Refinery, reli emas didorong oleh beirta ketidakpastian mengenai apa yang terjadi di Iran. Aada unsur pengambilan kesimpulan berdasarkan informasi yang sangat sedikit.

"Investor kemungkinkan besar enggan mengurangi posisi mereka, di tengah tingkat likuiditas yang lebih rendah di Asia," kata dia, mengutip Bloomberg, hari ini.

Hedge fund yang memperdagangkan kontrak berjangka Comex meningkatkan taruhan bullish pada emas ke level tertinggi tiga minggu, dalam pekan berakhir 14 Mei lalu, menurut data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC).

Di samping itu, menurut Tim Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange, kenaikan tajam harga emas juga didorong langkah China menjual treasury AS secara besar-besaran untuk membeli emas. Baru-baru ini, China menjual treasuri dan obligasi Amerika Serikat senilai US 53,3 miliar yang digunakan untuk membeli emas. 

Peralihan ke arah emas ini didorong oleh kebutuhan China akan pasar dengan likuiditas yang cukup untuk menyerap cadangan emas yang sangat besar. Sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika kepada China juga menjadi alasan beralih ke emas yang kebal terhadap sanksi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini 20 Mei, Harga Buyback Malah Naik

Hal ini membuat hubungan AS-China memburuk. Saat ini AS telah menaikkan tarif terhadap impor China dan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan Tiongkok yang mendukung Rusia.

"Oleh karena itu, strategi Tiongkok untuk melakukan divestasi treasury dan berinvestasi pada emas diperkirakan akan terus berlanjut, sehingga meningkatkan permintaan akan emas," papar Tim Riset ICDX dalam Gold Daily Newsletter, Senin (20/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini