Wah, pendapatan UNTR tergerus 17% di kuartal I



JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan pendapatan sebesar 17% pada kuartal I tahun 2013. Dalam laman keterbukaan di situs Bursa Efek Indonesia, UNTR mengungkapkan bahwa pada kuartal I tahun 2013 ini pihaknya hanya mampu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 12,45 triliun. Sementara pada periode yang sama tahun 2012, UNTR sanggup membukukan pendapatan bersih mencapai Rp 15,02 triliun.Penurunan pendapatan bersih ini didorong oleh penurunan pendapatan bersih dari unit usaha mesin konstruksi (construction machinery) dan unit usaha pertambangan (mining). Penurunan pendapatan dari unit mesin konstruksi sebesar 42% menjadi Rp 4,19 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7,23 triliun.Unit usaha pertambangan UNTR juga mengalami penurunan sebesar 36% dari Rp 1,82 triliun pada kuartal I 2012, menjadi hanya Rp 1,17 triliun di kuartal I 2013. Sementara, yang menyokong peningkatan pendapatan bersih adalah dari unit usaha kontraktor penambangan (mining contracting), yang meningkat sebesar 19% dari Rp 5,96 triliun pada kuartal I 2012 menjadi Rp 7,07 triliun pada kuartal I 2013. Unit usaha mesin konstruksi, kontraktor penambangan dan pertambangan secara berturut-turut masing-masing memberikan kontribusi sebesar 34%, 57% dan 9% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. Sejalan dengan penurunan pendapatan bersih, laba kotor perseroan juga turun sebesar 20% pada kuartal I 2012 yang mencapai Rp 2,61 triliun menjadi hanya Rp 2,08 triliun pada periode yang sama tahun ini. Perseroan mencatatkan pendapatan sebelum pajak sebesar Rp 1,51 triliun atau turun 23% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,96 triliun. Perseroan membukukan beban pajak tahun berjalan sebesar Rp 385,86 miliar, sehingga laba tahun berjalan adalah sebesar Rp 1,12 triliun, turun 26,3% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,53 triliun. Laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih perseroan) turun menjadi Rp 1,13 triliun atau turun 26% dari Rp 1,53 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie