Wah, pergerakan harga saham mulai tertahan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan (22/12) lalu kembali menyentuh rekor all time high. IHSG ditutup menguat 0,61% menjadi 6.221,01.

Investor asing juga mulai mengakumulasi beli saham di bursa lokal. Dalam sepekan terakhir, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) Rp 537,53 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski demikian, analis memprediksikan rekor baru bagi IHSG akan sulit terulang kembali di sisa pekan terakhir Desember 2017. Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, rekor indeks saham di level 6.221,01 pada akhir pekan lalu tak lepas dari sentimen kenaikan peringkat utang Indonesia yang dilakukan oleh Fitch Ratings.


Namun kenaikan rating itu tidak diperkuat oleh sentimen makro ekonomi dalam negeri. Dengan kata lain, sentimen makro dalam negeri bakal minim di sisa akhir tahun ini. "Sehingga IHSG pada pekan terakhir bulan ini akan relatif flat," ujar Aditya kepada KONTAN, Jumat (22/12).

Analis bahkan memperkirakan IHSG akan cenderung bergerak melemah. Lantaran menembus 6.200 untuk pertama kalinya, IHSG berpotensi terkena aksi profit taking.

Toh, Aditya optimistis support IHSG di 6.1906.200 masih cukup kuat. Adapun resistance indeks saat ini di level 6.250. Aditya menilai saham SCMA, PWON, MEDC, BBRI, BBCA dan WSBP masih layak dicermati untuk perdagangan sepanjang pekan ini.

Analisa teknikal juga memperkuat kecenderungan koreksi IHSG. Lantaran naik signifikan pekan lalu, gerakan teknikal IHSG jadi jenuh beli. "Secara teknikal, indikator stochastic golden cross, sudah memasuki area overbought," kata analis Yuanta Sekuritas Parningotan Julio.

Dia memprediksi, indeks saham sepanjang pekan ini bergerak di rentang 6.099 hingga 6.250. TLKM jadi salah satu saham andalannya. "Trading buy TLKM, support di level Rp 4.250 dengan resistance Rp 4.450 per saham," tutur Parningotan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie