Wahana Interfood Nusantara (COCO) Siapkan Tiga Strategi Dongkrak Kinerja di 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), emiten yang bergerak di bidang produksi kakao dan cokelat menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung pertumbuhan kinerja di sepanjang 2026. 

Sekretaris Perusahaan COCO, Gendra Fachrurozim menjelaskan, perusahaan mencatatkan peningkatan permintaan berkelanjutan sejak kuartal IV-2025. Sehingga, outlook kuartal I-2026 dipandang positif, terutama dengan momentum Ramadan dan Lebaran sebagai peak season industri cokelat dan bakery. 

Menurutnya, ada tiga pendorong utama kinerja sejak akhir tahun lalu. Pertama, proyek kerja sama strategis dengan retail bakery ternama di Indonesia yang mendorong peningkatan volume penjualan B2B.


Baca Juga: Wahana Interfood (COCO) Targetkan Penjualan dan Laba Tumbuh 20% di 2026

Kedua, implementasi aktif kanal penjualan digital melalui marketplace yang membuka akses langsung ke end-consumer dan UMKM bakery. Kanal ini mulai berkontribusi nyata terhadap penjualan sejak akhir Q4 2025.

Ketiga, partisipasi aktif dalam pameran makanan dan minuman berskala nasional yang bereputasi kuat di industri. 

“Aktivitas tersebut tidak hanya meningkatkan brand awareness, tetapi juga menghasilkan pipeline kerja sama baru dengan distributor dan pelaku usaha kuliner,” ungkap Gendra, kepada Kontan, pekan lalu. 

Sepanjang 2026, strategi COCO difokuskan pada eksekusi konkret yang terukur, bukan eksperimen spekulatif. Penguatan B2B bakery channel menjadi prioritas melalui kerja sama jangka menengah dengan bakery profesional dan retailer bahan kue guna menciptakan volume stabil dan recurring income.

Selain itu, marketplace diposisikan sebagai mesin akuisisi customer baru, terutama UMKM bakery dan home baker. Perseroan juga mengandalkan partnership-driven growth melalui kolaborasi dengan pengusaha hampers, event organizer, dan korporasi untuk menciptakan permintaan musiman yang terencana.

Dari sisi portofolio, COCO mendorong product-focused execution dengan selektif mengedepankan produk bermargin dan demand terbaik agar portofolio tidak melebar tanpa arah. 

“Kami melakukan efisiensi operasional dan pricing discipline. Penetapan harga dilakukan secara kompetitif dengan tetap menjaga margin melalui efisiensi distribusi dan supply planning,” jelasnya. 

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Raih Kontrak Rp290,9 Miliar Bangun SMA Unggul Garuda di Kaltara

Dari sisi inovasi, perseroan berkomitmen memperkuat lini produk mid-stream sebagai penghubung strategis antara proses hulu (upstream) dan hilir (downstream), sehingga memiliki peran krusial dalam menjaga kesinambungan operasional, efisiensi distribusi, serta peningkatan nilai tambah produk.

Peningkatan kapasitas dan kualitas produk mid-stream dilakukan guna memastikan pasokan yang stabil, konsisten, dan sesuai standar mutu, disertai optimalisasi proses dan infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi operasional dan ketepatan waktu penyaluran produk.

Selanjutnya: Bergerak Fluktuatif, IHSG Turun ke 8.257 Mengawali Perdagangan Jumat (20/2) Pagi

Menarik Dibaca: IHSG Menguat 0,3%, Simak Saham-saham yang Jadi Top Gainers Pagi Ini (20/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News