Wajib Anda ketahui, hindari 4 pantangan ibu hamil ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama hamil, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan. Salah satunya adalah makanan atau minuman apa saja yang perlu Anda batasi atau benar-benar hindari. Dengan menghindari pantangan ibu hamil, kesehatan tubuh Anda dan janin bisa tetap terjaga.

Jenis makanan pertama yang konsumsinya perlu Anda batasi adalah ikan dengan kandungan merkuri tinggi. Merkuri adalah elemen berbahaya yang bisa mengganggu sistem saraf, sistem imun, dan organ-organ lain dalam tubuh.

Tidak berhenti sampai di situ, merkuri juga bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Alih-alih mengonsumsi tuna atau ikan dengan kandungan merkuri tinggi lainnya, cobalah untuk mengonsumsi ikan lain yang lebih aman, contohnya salmon.


Selain ikan yang mengandung banyak merkuri, masih banyak jenis makanan dan minuman lain yang perlu Anda perhatikan. Gantilah beberapa makanan dan minuman di bawah ini dengan bahan lain yang lebih bergizi dan sehat untuk tubuh Anda dan bayi.

Baca Juga: Berbahaya, 5 pantangan asam urat ini perlu Anda hindari

Ikan dan Daging Mentah

Ikan dan daging sebenarnya baik untuk Anda konsumsi selama hamil. Namun, pastikan untuk mengonsumsinya dalam kondisi yang benar-benar matang, ya. Ikan dan daging mentah biasanya masih mengandung bakteri yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Jeroan

Bagi sebagian orang, jeroan merupakan salah satu jenis makanan yang terasa lezat. Sayangnya, jeroan termasuk salah satu pantangan ibu hamil. Mengutip dari Healthline (healthline.com), terlalu banyak makan jeroan bisa mengakibatkan keguguran atau masalah kehamilan yang lain.

Junk Food

Selama hamil, sebaiknya hindari konsumsi junk food dalam jumlah yang terlalu banyak. Selain mengandung sedikit nutrisi, junk food memiliki banyak kalori, gula, dan lemak yang bisa menambah berat badan. Tak hanya itu, junk food juga meningkatkan risiko penyakit lain yang berbahaya untuk tubuh.

Baca Juga: Berbahaya, yuk waspadai 6 pantangan asam lambung ini

Kafein

Ada banyak sumber kafein yang bisa Anda temukan, misalnya kopi, teh, atau cokelat. Supaya kondisi kesehatan Anda tak terganggu, usahakan untuk tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari. Alasannya karena kafein bisa cepat terserap dan masuk ke janin.

Nah, janin belum memiliki enzim yang bisa mencerna kafein. jika konsumsi kafein terlalu tinggi, dikhawatirkan pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu. Risiko bayi lahir dengan berat badan di bawah batas normal pun meningkat.

Selanjutnya: Begini 4 ciri-ciri keguguran, ada yang Anda alami?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News