KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih belum optimal dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sepanjang tahun 2018. Tahun lalu, bank ini hanya mampu merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp 25 miliar atau 13,6% dari kuota yang diberikan pemerintah sebesar Rp 183 miliar. Direktur Pemasaran Bank Sultra Depid mengatakan, penyaluran KUR terkendala karena baru diberikan jadwal untuk mengisi aplikasi sistem informasi kredit program (SIKP) pada Agustus 2018. Alhasil, penyaluran KUR baru bisa dilaksanakan mulai September. "SIKP ini adalah sistem yang terkoneksi ke Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan wajib diisi bank penyalur KUR sebelum mulai penyaluran. Praktis kami hanya punya waktu sekitar empat bulan untuk menyalurkan KUR ini," jelas Depid kepada Kontan.co.id, Jumat (18/1).
Waktu penyaluran terbatas, Bank Sultra hanya realisasikan KUR Rp 25 miliar pada 2018
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih belum optimal dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sepanjang tahun 2018. Tahun lalu, bank ini hanya mampu merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp 25 miliar atau 13,6% dari kuota yang diberikan pemerintah sebesar Rp 183 miliar. Direktur Pemasaran Bank Sultra Depid mengatakan, penyaluran KUR terkendala karena baru diberikan jadwal untuk mengisi aplikasi sistem informasi kredit program (SIKP) pada Agustus 2018. Alhasil, penyaluran KUR baru bisa dilaksanakan mulai September. "SIKP ini adalah sistem yang terkoneksi ke Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan wajib diisi bank penyalur KUR sebelum mulai penyaluran. Praktis kami hanya punya waktu sekitar empat bulan untuk menyalurkan KUR ini," jelas Depid kepada Kontan.co.id, Jumat (18/1).