Waktunya IHSG kembali ke sekitar 6.000



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menginjak level 5.774 pada Selasa (8/5). Pelemahan tersebut terjadi karena melemahnya nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 yang belum sesuai harapan.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2018 yakni 5,06% year on year (yoy), dengan pertumbuhan quarter to quarter (qtq) -0,42%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2017 sebesar 5,19%, namun lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2017 yakni 5,01%.

Analis Royal Investium Sekuritas, Wijen Ponthus melihat, penurunan indeks ke level 5.700 ini tidak masuk akal. "Tapi kita perlu catat pula, bahwa pertumbuhan investasi kuartal I-2018 masih lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya," ungkap Wijen kepada Kontan.co.id, Rabu (9/5).


Investasi dalam tiga bulan pertama 2018, tercatat tumbuh 7,95% atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 4,77%. Namun, konsumsi justru bergerak stagnan yakni 4,95%.

Sentimen lainnya yang turut melemahkan indeks adalah nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp 14.000 per dollar AS. "Sebetulnya analis sudah prediksikan itu, jadi pelemahan ke atas Rp 14.000 bukan sesuatu yang mengejutkan," kata dia.

Namun, dengan banyaknya sentimen positif ke depan, Wijen justru merevisi target IHSG akhir tahun naik dari proyeksi sebelumnya. Di awal 2018, Sekuritas menargetkan IHSG berada di level 6.400, yang kemudian direvisi menjadi 6.600-6.700 di akhir tahun nanti. "Menjelang Lebaran dan Asian Games, harusnya akan meningkatkan konsumsi dan investasi," ujarnya.

Di samping itu, tren pertumbuhan ekonomi bergerak kencang, umumnya baru tampak di kuartal III-kuartal IV. Ditambah lagi kecenderungan harga komoditas yang masih menguat di tahun ini, terbukti dari harga minyak yang bertengger di kisaran US$ 70 per barel. "Jadi IHSG di level 5.700an itu enggak masuk akal. Sekarang IHSG sudah 5.900an, paling Jumat (11/5) balik ke 6.000," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati