Walau ada pandemi, laba Bank OCBC di semester I-2020 masih bisa tumbuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat sejumlah perbankan tanah air mulai merasakan pandemi corona menganggu kinerjanya hingga semester I-2020, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) masih mencatat pertumbuhan positif. Laba OCBC NISP tercatat tumbuh tipis 2% (yoy) di periode tersebut.

“Kami terus bekerja keras agar dapat memberikan dukungan terbaik untuk nasabah dan masyarakat pada situasi pandemi ini. Hal ini kami lakukan dengan memperkuat posisi keuangan bank, menjaga kecukupan modal, ketersediaan pembiayaan dan likuiditas,” kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surdaudaja dalam keterangan resminya, Rabu (29/7).

OCBC NISP mencatat laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun, tumbuh 2% (yoy) dibadingkan periode serupa tahun lalu. Sementara, laba sebelum pajak bertumbuh sebesar 3% (yoy) menjadi Rp2,1 Triliun.


Pendapatan non bunga yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan operasional lainnya menopang kinerja OCBC NISP. Pendapatan operasional bank ini tercatat naik 24% menjadi sebesar Rp 1,2 triliun pada semester I 2020. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan transaksi valuta asing dan surat berharga.

Baca Juga: OJK buka opsi perpanjang restrukturisasi? Begini kata bankir

Parwati menambahkan, peningkatan pendapatan operasional lainnya ini sejalan dengan konsistensi perseroan dalam mendorong nasabah memanfaatkan solusi perbankan digital. Kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan di tengah keterbatasan mobilitas masyarakat mendorong pertumbuhan e-channel Bank OCBC NISP.

“Secara keseluruhan nilai transaksi di e-channel Bank OCBC NISP meningkat 69% (yoy) hingga Juni 2020. Total pengguna internet banking dan mobile banking masing-masing meningkat lebih dari 45% (yoy). Nilai transaksi di mobile banking juga meningkat 2 kali lipat, sementara frekuensinya bertumbuh sebesar 69%,” ujar Parwati.

Transaksi digital ini salah satunya juga ditopang oleh kinerja perseroan dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 4% (yoy) menjadi Rp 135,3 triliun. Pertumbuhan tersebut juga didorng oleh komposisi dana murah sebesar 21% (yoy), sehingga rasio current account and saving account (CASA) melejit hingga 43,8% dari total DPK OCBC NISP.

Pendapatan non bunga yang mumpuni ini setidaknya bisa membantu tipisnya pertumbuhan pendapatan bunga yang relatif stagnan dengan pertumbuhan 4% (yoy). Maklum pertumbuhan kredit perseroan juga tercatat negatif 1% (yoy) menjadi Rp 117,57 triliun.

Tak dapat dipungkiri, Parwati mengaku pandemi memang turut mempengaruhi permintan kredit perbankan, termasuk kepada perseroan. Di sisi lain, risiko yang meninggi juga bikin perseroan makin-makin berhati-hati menyalurkan kredit saat pandemi.

Ini terbukti dari rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) yang masih dapat terjadi. Rasio NPL gross OCBC NISP tak berubah pada level 1,8%, sementara NPL nett meningkat tipis menjadi 0,9%.

“Kami tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasinya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mempertahankan likuiditas yang kuat dengan LDR sebesar 86,6% dan LFR 84,1%. Rasio keuangan juga dapat dijaga kecukupan modal (CAR) berada pada level 20,7% dan LCR 170,1%” kata Parwati.

Baca Juga: Bank OCBC NISP telah memangkas bunga kredit korporasi 55 basis poin tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat