Wales Cabut Dukungan, Posisi Gianni Infantino di FIFA Kian Tertekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Federasi Sepak Bola Wales (Football Association of Wales/FAW) resmi mencabut dukungannya terhadap pencalonan kembali Presiden FIFA Gianni Infantino untuk masa jabatan 2027–2031. Keputusan ini diambil setelah gagalnya rencana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Langkah Wales menjadikannya federasi sepak bola nasional pertama yang secara terbuka menarik dukungan terhadap Infantino. Keputusan tersebut memperbesar tekanan terhadap pemimpin FIFA itu menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Maret 2027.

Sebelumnya, FIFA berupaya menghimpun dana hingga US$ 4,2 miliar melalui penjualan sekitar 20% saham pada entitas baru yang akan mengelola berbagai kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia. Namun, rencana tersebut resmi dibatalkan pada Jumat (31/7/2026) setelah mendapat penolakan keras dari berbagai pemangku kepentingan.

Wales Nilai Tata Kelola FIFA Gagal


Dalam pernyataan resminya, Federasi Sepak Bola Wales menyebut kegagalan tata kelola organisasi menjadi alasan utama pencabutan dukungan terhadap Infantino.

Baca Juga: AstraZeneca dan Bristol Myers Bahas Merger, Potensi Bentuk Raksasa Farmasi US$400 M

"Federasi Sepak Bola Wales dengan ini mengonfirmasi pencabutan dukungannya terhadap pencalonan kembali Bapak Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan 2027–2031," demikian pernyataan FAW.

FAW menilai berbagai persoalan dalam kepemimpinan FIFA telah mengikis kepercayaan mereka terhadap Infantino.

"Kegagalan terbaru dalam tata kelola yang baik, proses organisasi, kepemimpinan, nilai-nilai, pengelolaan pemangku kepentingan, komunikasi, serta pengambilan keputusan yang bijaksana telah membawa kami pada kesimpulan bahwa Bapak Infantino telah kehilangan kepercayaan FAW untuk tetap memimpin sepak bola dunia," tambah pernyataan tersebut.

FAW juga menegaskan bahwa kepentingan sepak bola seharusnya menjadi prioritas utama FIFA.

"Kegagalan menempatkan kepentingan terbaik sepak bola sebagai prioritas adalah kegagalan yang tidak dapat kami terima," lanjut pernyataan tersebut

Hingga berita ini ditulis, Reuters telah menghubungi FIFA untuk meminta tanggapan terkait keputusan tersebut.

UEFA dan CONCACAF Ikut Kehilangan Kepercayaan

Tekanan terhadap Infantino tidak hanya datang dari Wales. Dua konfederasi besar, yakni UEFA dan CONCACAF, pada Sabtu (2/8) juga menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA tersebut.

UEFA sebelumnya menjadi pihak yang memimpin penolakan terhadap rencana penjualan hak komersial Piala Dunia dan menyambut keputusan FIFA membatalkan proposal tersebut.

Baca Juga: CXMT Jajaki Pembangunan Pabrik Chip Memori Baru di Beijing

Meski demikian, UEFA belum mengonfirmasi laporan media yang menyebut organisasi itu tengah mempersiapkan langkah hukum terhadap FIFA.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, UEFA mengungkapkan telah mengirimkan perintah pelestarian dokumen (document preservation order). Langkah ini bertujuan mencegah penghapusan email, dokumen, maupun data lain yang berpotensi menjadi bagian dari proses investigasi.

Peluang Infantino Menjabat Empat Periode Dipertanyakan

Pada April lalu, Infantino menyatakan niatnya mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.

Pria asal Swiss itu pertama kali menggantikan Sepp Blatter pada 2016 dan sejak itu dua kali terpilih kembali tanpa menghadapi penantang.

Sebelum kontroversi ini mencuat, peluang Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode 2027–2031 dipandang hampir pasti.

Namun, sejumlah pakar yang diwawancarai Reuters menilai kegagalan proposal penjualan hak komersial Piala Dunia telah membuka ketidakpuasan yang lebih luas di kalangan anggota FIFA. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempersulit langkah Infantino dalam mempertahankan jabatannya menjelang Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027.