Wall Street bergerak bervariasi, pasar memprediksi pengetatan moneter lebih awal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks saham Wall Street bergerak bervariasi di awal perdagangan Selasa (23/11). Pada pukul 21.45 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,29% ke 35.719.

Indeks S&P 500 turun 0,17% ke 4.674. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,18% ke 15.880.

Kenaikan imbal hasil Treasury membebani saham teknologi utama. Sementara saham bank memperpanjang kenaikan karena investor menilai pengetatan kebijakan moneter yang lebih awal oleh Federal Reserve.


"Ada kemungkinan bahwa suku bunga akan dinaikkan lebih awal dari yang diharapkan," kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments In New Vernon, New Jersey kepada Reuters. Dia menambahkan, meski hal ini bakal positif untuk saham, tapi menjadi sentimen negatif bagi saham-saham lain seperti teknologi.

Baca Juga: Cermati rekomendasi saham berikut, IHSG diprediksi melemah pada Rabu (24/11)

Nasdaq dan S&P 500 tergelincir dari rekor tertinggi pada hari Senin. Pencalonan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mendorong sesi perdagangan yang bergejolak. Kekhawatiran atas kenaikan inflasi juga tetap menjadi sorotan. 

Investor mengkhawatirkan potensi dampak ekonomi dari inflasi yang lebih tinggi yang berlangsung lebih lama dari yang diharapkan. Tak cuma inflasi, fokus pasar juga tertuju pada data aktivitas bisnis IHS yang akan dirilis hari ini.

Volume perdagangan diperkirakan akan rendah minggu ini menjelang liburan Thanksgiving pada hari Kamis dan sesi yang dipersingkat pada hari Jumat.

Baca Juga: IHSG melemah meski asing mencatat net buy pada Selasa (23/11)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati