KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka cenderung datar pada perdagangan Senin (22/6/2026), dengan investor mengambil jeda setelah libur akhir pekan panjang sambil mencermati perkembangan terbaru negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Melansir
Reuters, ketiga indeks utama Wall Street bergerak terbatas pada awal sesi. Dow Jones Industrial Average turun tipis 9,5 poin atau 0,02% ke 51.555,19. S&P 500 melemah 0,1 poin atau nyaris tidak berubah di 7.500,44, sementara Nasdaq Composite turun 34,6 poin atau 0,13% ke 26.483,31.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Masih Rawan Terkoreksi pada Selasa (23/6), Ini Kata Analis Pasar Tunggu Kejelasan Negosiasi AS–Iran Sentimen pasar global masih dipengaruhi perkembangan pembicaraan antara Washington dan Teheran. Mediator menyebut kedua pihak telah mencapai “kemajuan yang menggembirakan” dalam putaran awal negosiasi di Swiss, meski ketegangan terkait Lebanon dan Selat Hormuz masih berlanjut. Kabar kemajuan ini sebelumnya turut menekan harga minyak hingga turun sekitar 2%, seiring munculnya harapan bahwa kedua negara menyepakati roadmap menuju kesepakatan dalam 60 hari. “Meski pasar cukup resilien dalam beberapa pekan terakhir, konflik Timur Tengah masih menjadi isu aktif sehingga investor belum sepenuhnya masuk ke mode risk-on,” ujar Dan Coatsworth, Head of Markets AJ Bell.
Baca Juga: Dampak Refocusing Anggaran MBG ke Emiten Konsumer & Poultry, Serta Rekomendasi Analis Saham Teknologi dan AI Masih Jadi Penopang Optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) masih menjadi motor utama penguatan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Saham-saham chip seperti Micron Technology dan Sandisk masing-masing naik sekitar 4% di perdagangan pra-pasar, sementara Intel menguat 2,6%. Namun, perhatian investor kini tertuju pada laporan kinerja kuartalan Micron yang akan dirilis pada Rabu. Saham perusahaan tersebut telah melonjak hampir 300% sepanjang tahun berjalan.
Baca Juga: Keluarnya GOTO dan NCKL dari Indeks FTSE Picu Tekanan Jangka Pendek, Ini Kata Analis Fokus ke Data Inflasi dan Sinyal The Fed Agenda penting lain pekan ini adalah rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Kamis, yang merupakan indikator inflasi favorit Federal Reserve. Data yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, di tengah pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menekankan pentingnya pengendalian inflasi. Berdasarkan data LSEG, pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun juga naik ke level tertinggi sejak awal 2025 di 4,230%.
Baca Juga: Ada Wacana Kenaikan Harga DMO Batubara, Emiten Ini Berpotensi Diuntungkan Saham Lain Bergerak Beragam Di sisi lain, saham SpaceX dilaporkan turun hampir 4% ke level US$177,80, melanjutkan pelemahan setelah dua sesi sebelumnya mencatat penurunan pasca debut yang kuat. Sentimen pasar secara keseluruhan masih dipengaruhi kombinasi antara ketidakpastian geopolitik, ekspektasi kebijakan The Fed, dan optimisme sektor teknologi berbasis AI. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News