Wall Street Bervariasi, Saham Tesla Menyeret Nasdaq Turun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street bergerak bervariasi di awal perdagangan Kamis (2/3). S&P 500 dan Nasdaq dibuka melemah tajam pada hari Kamis. Imbal hasil US Treasury 10-tahun melonjak di atas 4%. karena taruhan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk periode yang lebih lama. 

Kamis (2/3) pukul 21`.34 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,16% ke 32.715. Sedangkan indeks S&P 500 turun 0,47%. Nasdaq Composite melorot 0,80% ke 11.288.

Harga saham Tesla Inc turun 7,2% dalam perdagangan premarket. Chief Executive Elon Musk dan timnya gagal mengesankan investor dengan sedikit detail tentang rencananya untuk mengungkap kendaraan listrik yang terjangkau.


Data menunjukkan, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pengangguran baru turun lagi minggu lalu, menunjuk pada kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan. Kumpulan data lain menunjukkan biaya tenaga kerja unit non-pertanian direvisi menjadi 3,2% pada kuartal keempat, terhadap perkiraan ekonom kenaikan 1,6%.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Esok (3/3)

Yield US Treasury 10-tahun yang merupakan tolok ukur untuk biaya pinjaman global, melaju lebih jauh di atas level 4% pada hari Kamis. Imbal hasil surat utang negara AS ini menyentuh tertinggi baru empat bulan di 4,08%. Imbal hasil US Treasury tenor dua tahun, yang paling mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, mencapai tertinggi baru 15 tahun di 4,94%.

"Tampaknya pasar tenaga kerja tidak merespons suku bunga yang lebih tinggi. Biaya tenaga kerja per unit dua kali lipat ekspektasi karena upah naik dan produktivitas turun, jadi tidak ada yang benar-benar menguntungkan pasar," kata Jack Albin, kepala investasi pegawai di Cresset Capital kepada Reuters.

Setelah kinerja yang lesu pada bulan Februari, indeks Wall Street memulai Maret dengan catatan yang bergejolak. Bukti baru dari tekanan harga yang terus-menerus dan komentar dari pembuat kebijakan Federal Reserve memicu kekhawatiran tentang bank sentral AS yang tetap hawkish lebih lama.

S&P 500 dan Nasdaq yang padat teknologi turun pada hari Rabu setelah data menunjukkan manufaktur AS mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut pada bulan Februari. Pedagang berjangka memperkirakan suku bunga acuan The Fed akan mencapai kisaran 5,5%-5,75% pada bulan September, dari kisaran saat ini 4,5%-4,75%.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,18% ke 6.857 Kamis (2/3), ARTO, PGAS, PTBA Top Gainers LQ45

Data penggajian bulanan AS dan harga konsumen dalam beberapa hari mendatang akan memberi investor lebih banyak petunjuk tentang jalur suku bunga menuju pertemuan Fed pada 21-22 Maret. Saat ini, pasar memperkirakan bank sentral AS akan mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Maret.

Harga saham Salesforce Inc yang merupakan salah satu penghuni indeks Dow melonjak 16,1%. Perusahaan perangkat lunak berbasis cloud ini memperkirakan pendapatan kuartal pertama di atas perkiraan analis dan menggandakan pembelian kembali sahamnya menjadi US$ 20 miliar. Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa investor aktivis Elliott Management telah menominasikan kandidat untuk dewan Salesforce.

Harga saham Macy's Inc melonjak 6,4% setelah operator department store memperkirakan laba setahun penuh di atas estimasi Wall Street. Harga saham Silvergate Capital merosot 43,9% setelah pemberi pinjaman yang berfokus pada cryptocurrency menunda laporan tahunannya dan mengatakan sedang mengevaluasi kemampuannya untuk beroperasi sebagai kelangsungan usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati