Wall Street cenderung turun akibat penurunan indeks manufaktur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street bergerak mixed dengan kecenderungan turun pada perdagangan Kamis (22/8). Kemarin, Dow Jones Industrial Average menguat 0,19% ke 26.252,24.

Indeks S&P 500 melemah tipis 0,05% ke 2.922,95. Sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,36% ke 7.991,39. Meski fluktuatif, bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung menguat dalam sepekan terakhir.

Dalam lima hari perdagangan terakhir, Dow Jones masih mencetak kenaikan 2,63%. Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 2,65% dan 2,89% dalam lima hari.


Baca Juga: Tiga Emiten Ini Berencana Menjual Saham Simpanan premium

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun lebih dari prediksi pada pekan lalu. Ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja masih kuat meski ada perlambatan manufaktur dan ekonomi AS menuju ke arah resesi.

Tapi, IHS Markit's Flash Purchasing Managers' Index menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur turun alias kontraksi pada bulan Agustus ini untuk pertama kalinya dalam hampir 10 tahun terakhir. Indikasi awal ini memicu kekhawatiran investor bahwa pelemahan ekonomi akan menyebar dan eskalasi perang dagang dengan China akan makin menekan ekonomi AS.

Baca Juga: BI pro pertumbuhan ekonomi, rupiah bisa di bawah Rp 14.000 per dolar AS

"Kenyataan bahwa manufaktur tidak hanya melambat tapi berkontraksi, sedikit mengagetkan," kata Oliver Pursche, chief market strategist Bruderman Asset Management kepada Reuters.

Pursche mengatakan bahwa klaim pengangguran membaik lebih daripada perkiraan sehingga kedua data ini berkebalikan. "Ini yang menyebabkan kami tidak melihat adanya resesi yang dalam," imbuh dia.

Bursa juga belum banyak bergerak karena menunggu pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan tahunan para bankir bank sentral AS di Jackson Hole, Wyoming. Pasar berharap Powell akan memberikan indikasi kebijakan suku bunga selanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati