Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Fokus Investor Beralih ke Kinerja Emiten



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor pada Selasa (6/10/2026).

S&P 500 dan Nasdaq ditutup di level tertinggi sepanjang masa setelah meredanya tekanan dari harga minyak dan imbal hasil US Treasury memberi ruang bagi investor untuk kembali mencermati prospek kinerja perusahaan.

Melansir Reuters, indeks S&P 500 naik 0,58% atau 45 poin ke 7.818,95, sementara Nasdaq Composite menguat 0,45% atau 122,48 poin ke 27.599,79. Demikian juga  indeks Dow Jones Industrial Average juga naik 0,49% atau 253,14 poin ke 51.521,04.


Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Baru, Euforia AI dan Harapan Damai Dorong Reli Saham

Kenaikan tersebut terjadi setelah harga minyak relatif stabil dan imbal hasil US Treasury turun. Kondisi ini meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang sebelumnya membebani pasar, terutama di tengah konflik Iran yang mendorong harga energi.

"Stabilnya harga minyak membantu menurunkan imbal hasil dan mengangkat saham," kata Oliver Pursche, senior vice president Wealthspire Advisors.

Meredanya tekanan di pasar energi juga membuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) kembali menurun.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini kini sekitar 19,4%, turun dari 50,9% sepekan sebelumnya.

Di sisi lain, data perdagangan AS menunjukkan defisit perdagangan melebar 13,7% karena impor mencapai rekor tertinggi.

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Baru, S&P 500 dan Dow Jones Kembali Menguat

Impor barang modal juga meningkat 4,4% pada Agustus, mencerminkan kuatnya permintaan domestik sekaligus belanja terkait infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Tema AI masih menjadi salah satu penggerak utama pasar. Enam dari tujuh saham kelompok Magnificent Seven menguat, sementara indeks saham semikonduktor Philadelphia juga bergerak naik.

AMD menguat 2,8% setelah CEO Lisa Su mengatakan perusahaan berencana meningkatkan pasokan chip secara signifikan pada 2027 untuk memenuhi lonjakan permintaan AI.

Marvell Technology juga naik 5,8% setelah menaikkan proyeksi pendapatan 2028 karena kuatnya permintaan chip untuk pusat data.

Sementara itu, saham Constellation Energy melonjak 12,3% setelah Alphabet, induk Google, menyepakati kontrak pasokan listrik berkapasitas 3.590 megawatt dengan perusahaan tersebut.

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI Melonjak dan Harapan Damai Dongkrak Pasar

Perhatian investor selanjutnya mulai mengarah ke musim laporan keuangan kuartal III yang akan dimulai pekan depan.

LSEG memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 secara agregat tumbuh 30,6% secara tahunan pada periode Juli-September.

Sektor energi diperkirakan mencatat pertumbuhan laba paling tinggi sebesar 114,7%, disusul sektor teknologi yang diproyeksikan tumbuh 66,5%.

Dengan tekanan harga minyak dan imbal hasil obligasi yang mulai mereda, pasar kini memiliki katalis baru untuk menguji apakah kenaikan harga saham AS masih ditopang oleh pertumbuhan laba perusahaan, terutama dari sektor teknologi dan AI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News