Wall Street Dibuka Bervariasi Senin (6/4): Pasar Cermati Peluang Damai AS-Iran



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka bervariasi pada awal perdagangan Senin (6/4/2026), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat seiring harapan meredanya konflik di Timur Tengah.

Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks S&P 500 naik 0,08% ke level 6.587,66, sementara Nasdaq Composite menguat 0,28% menjadi 21.939,80.

Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average justru melemah tipis 0,07% ke posisi 46.472,2.


Baca Juga: Rapot BUMN Karya Merah pada 2025, Simak Prospek Kinerjanya

Penguatan ini terjadi setelah ketiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam empat bulan terakhir pada sesi sebelumnya.

Sentimen pasar turut didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kedua negara dilaporkan telah menerima kerangka rencana untuk menghentikan permusuhan, meskipun Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat.

Di sisi lain, laporan media menyebutkan bahwa AS, Iran, dan sejumlah mediator regional tengah membahas kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari sebagai bagian dari upaya menuju perdamaian permanen.

Baca Juga: IHSG Ajlok ke Bawah Level 7.000, Pasar Masuk Fase Tekanan dan Transisi

Analis menilai pasar saham mencerminkan ekspektasi investor terhadap pemulihan setelah tekanan yang terjadi sebelumnya.

“Pasar saham merupakan barometer aktivitas ekonomi ke depan. Ini mengindikasikan investor mulai melihat peluang pemulihan dari aksi jual sebelumnya,” ujar Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall.

Ia menambahkan, pelaku pasar saat ini cenderung mengambil sikap menunggu sambil tetap bertaruh pada hasil yang positif dari konflik tersebut.

Di sisi lain, harga minyak yang melemah turut menekan saham sektor energi. Saham perusahaan energi seperti ConocoPhillips dan Occidental Petroleum tercatat turun sekitar 1% pada perdagangan prapembukaan.

Volume perdagangan diperkirakan relatif tipis karena sejumlah pasar di Eropa dan Asia masih tutup akibat libur.

Baca Juga: Mitra Adiperkasa (MAPI) Raih Kenaikan Pendapatan dan Laba pada 2025

Indeks volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan di Wall Street, justru naik 1,07 poin ke level 24,94 setelah tiga sesi sebelumnya mengalami penurunan.

Kenaikan simultan antara indeks saham dan VIX mencerminkan sikap hati-hati investor. Pelaku pasar tetap melakukan lindung nilai di tengah ketidakpastian perkembangan konflik.

Di sisi lain, penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan masih membayangi pasar karena berpotensi mengganggu perdagangan minyak global dan meningkatkan tekanan inflasi.

Pekan ini, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting, termasuk data inflasi dan indeks aktivitas sektor jasa (PMI non-manufaktur) untuk menilai dampak tekanan harga terhadap perekonomian AS.

Sementara itu, pelaku pasar uang kini tidak lagi memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini, berbeda dengan ekspektasi sebelumnya sebelum konflik pecah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News