Wall Street Dibuka Memerah Selasa (20/10), Saham AI Tertekan dan Harga Minyak Naik



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026), tertekan penurunan saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta kenaikan harga minyak mentah.

Investor juga mencermati rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan besar sepanjang pekan ini.

Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 6,8 poin atau 0,01% ke level 51.959,21.


Indeks S&P 500 melemah 11,7 poin atau 0,15% ke posisi 7.679,01, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 98 poin atau 0,37% menjadi 26.332,921.

Baca Juga: BEI Evaluasi Saham HSC Tiap Tiga Bulan, Bisa Kembali Masuk Perhitungan IHSG

Tekanan terlihat pada sejumlah saham teknologi dan infrastruktur AI. Saham CoreWeave dan Nebius Group masing-masing turun 4,9% dalam perdagangan premarket. Saham Apple melemah 1,5%, sementara Nvidia turun sekitar 1%.

Pelemahan ini terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq sempat menguat pada Senin (19/10), ketika investor memanfaatkan koreksi harga untuk kembali membeli saham teknologi.

Sebelumnya, saham-saham sektor tersebut mengalami aksi jual tajam pada pekan lalu, antara lain dipicu kekhawatiran mengenai beban utang CoreWeave dan besarnya biaya pembiayaan pembangunan infrastruktur AI.

Wakil Presiden Bel Air Investment Advisors Alex Cargal mengatakan, investor perlu lebih selektif dalam menentukan saham yang diuntungkan oleh perkembangan AI.

"Investor sebaiknya berfokus pada perusahaan yang mampu menerjemahkan investasi AI menjadi laba berkelanjutan dan arus kas bebas, serta perusahaan yang mengendalikan infrastruktur penting," ujar Cargal.

Baca Juga: Harga CPO Rebound, Permintaan Ekspor dan Prospek Biodiesel Jadi Katalis

Menurut dia, diversifikasi portofolio dengan alokasi investasi yang sesuai dapat membantu investor menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang sekaligus mengelola risiko dari ekspektasi pasar yang tinggi dan konsentrasi investasi pada sejumlah saham tertentu.

Di Asia, saham Elice Group, perusahaan infrastruktur AI asal Korea Selatan, anjlok hampir 30% pada debut perdagangannya.

Harga sahamnya turun di bawah harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), meskipun perusahaan tersebut berhasil menghimpun dana sebesar 201,1 miliar won atau sekitar US$ 151,12 juta.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent bertahan di dekat level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Pelaku pasar memperhitungkan premi risiko geopolitik menyusul serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur di Arab Saudi serta laporan serangan terhadap kapal di kawasan Teluk.

Kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik menambah perhatian investor terhadap prospek ekonomi dan kinerja perusahaan.

Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Restrukturisasi Anak Usaha, Nilai Transaksi S$ 138,19 Juta

Pasar kini menantikan laporan keuangan kuartalan untuk menilai kemampuan emiten mempertahankan pertumbuhan di tengah meningkatnya risiko makroekonomi.

SpaceX dan Netflix dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan perdagangan Selasa. Sementara itu, Meta Platforms dan Tesla akan menyampaikan kinerja keuangan pada Rabu (21/10).

Dari pergerakan saham individual, Steel Dynamics turun 4,7% setelah laba kuartal ketiganya tidak memenuhi ekspektasi pasar.

General Motors juga melemah 6,5% setelah produsen otomotif tersebut memproyeksikan laba tahunan di bawah perkiraan analis.

Sebaliknya, saham Halliburton menguat 3,9% setelah perusahaan jasa ladang minyak itu mencatatkan laba kuartalan di atas ekspektasi Wall Street.

Saham Qualcomm turun 1% setelah perusahaan cip tersebut mengumumkan rencana pengurangan karyawan secara global sebagai bagian dari evaluasi kinerja tahunan.

Baca Juga: Tera Data Indonusa (AXIO) Tebar Dividen Interim Rp 46,72 Miliar, Cek Jadwalnya

CEO Qualcomm Cristiano Amon menyampaikan rencana tersebut melalui memo internal kepada karyawan pada Senin, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Saham 3M menguat 1,8% setelah perusahaan industri tersebut mengumumkan perluasan kerja sama pusat data dengan Amazon.

Dalam kesepakatan itu, 3M memberikan waran kepada anak usaha Amazon untuk membeli saham biasa 3M senilai lebih dari US$ 521 juta. Perusahaan juga menaikkan proyeksi laba setahun penuh pada Selasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News