Wall Street Dibuka Menguat di Awal Mei Jumat (1/5), Pasar Percaya Laba Masih Solid



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (1/5/2026), melanjutkan momentum kenaikan bulanan terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Optimisme terhadap kinerja laba perusahaan mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak.

Melansir Reuters pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 180,4 poin atau 0,36% ke level 49.832,57.


Indeks S&P 500 menguat 25,5 poin atau 0,35% ke 7.234,54, sementara Nasdaq Composite bertambah 85,5 poin atau 0,34% menjadi 24.977,79.

Baca Juga: Erajaya (ERAA) Raup Laba Rp 495,6 Miliar di Kuartal I-2026, Melonjak 133%

Sentimen positif juga didorong kabar dari media pemerintah Iran yang menyebut Teheran telah mengirimkan proposal terbaru untuk negosiasi dengan Amerika Serikat melalui mediator Pakistan.

Perdagangan hari ini menutup pekan yang padat dengan rilis kinerja emiten teknologi besar (Big Tech) serta data ekonomi.

Fokus pelaku pasar kini bergeser pada keberlanjutan reli saham memasuki Mei, yang secara historis merupakan periode yang lebih lemah bagi pasar.

Berdasarkan data Fidelity, sejak 1945 hingga April 2026, S&P 500 rata-rata hanya mencatat kenaikan sekitar 2% pada periode Mei hingga Oktober.

Angka tersebut jauh di bawah rata-rata kenaikan sekitar 7% pada periode November hingga April.

Baca Juga: Chitose (CINT) Raup Laba Rp 1,98 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 21%

Meski mayoritas laporan keuangan menunjukkan hasil solid, sebagian investor mulai mencermati risiko dari belanja besar perusahaan teknologi di bidang kecerdasan buatan (AI).

Kekhawatiran juga muncul terkait keberlanjutan model bisnis di sektor perangkat lunak.

Di sisi lain, data ekonomi terbaru turut memunculkan kekhawatiran bahwa reli pasar saham bisa menghadapi koreksi.

Pertumbuhan ekonomi AS memang kembali menguat pada kuartal I, namun konsumsi rumah tangga melambat dan tingkat tabungan menurun, mengindikasikan masyarakat mulai mengandalkan simpanan untuk menjaga belanja.

Selain itu, dampak gangguan akibat konflik Timur Tengah baru tercermin dalam satu bulan data, sementara terhentinya pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak lebih tinggi dan menekan ekonomi ke depan.

Baca Juga: Laba Bersih Timah (TINS) Tembus Rp 1,5 Triliun pada Kuartal I-2026

Pada perdagangan April, S&P 500 mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak November 2020, sementara Nasdaq mencatat lonjakan tertinggi sejak April 2020. Adapun Dow Jones mencetak kenaikan bulanan terbesar sejak November 2024.

Dari sisi saham, Apple naik 3,5% pada perdagangan pre-market setelah memperkirakan pertumbuhan penjualan yang solid, didorong permintaan kuat untuk iPhone 17 dan MacBook Neo.

Sementara itu, saham perusahaan energi bergerak variatif setelah laporan kinerja kuartal I. Exxon Mobil naik tipis 0,2%, sedangkan Chevron turun 0,4%.

Di sektor teknologi, saham perusahaan perangkat lunak menguat setelah Atlassian menaikkan proyeksi tahunan.

Saham Atlassian melonjak 19,9%, sementara Salesforce dan ServiceNow masing-masing naik 3% dan 2%. Datadog menguat 2,5% dan Workday naik 3,4%.

Di sisi lain, Roblox menjadi salah satu penekan pasar setelah sahamnya anjlok 24,2% akibat pemangkasan proyeksi pemesanan tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News