KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (9/7), ditopang kenaikan saham-saham semikonduktor. Penguatan ini mampu meredam kekhawatiran investor terhadap memanasnya kembali konflik Amerika Serikat dan Iran yang masih membayangi pergerakan pasar. Pada awal perdagangan, indeks S&P 500 naik 0,12% ke level 7.491,6, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,18% ke posisi 25.918,31. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru melemah 98,9 poin atau 0,19% ke level 52.249,44.
Baca Juga: Wall Street Menguat, Saham Chip Melonjak Setelah Ketegangan AS-Iran Mereda Penguatan Wall Street didorong oleh reli saham-saham produsen chip yang melanjutkan pemulihan dari sesi sebelumnya. iShares Semiconductor ETF bahkan melonjak sekitar 4,4% pada perdagangan prapasar. Di sisi lain, sentimen pasar masih dibayangi eskalasi konflik di Timur Tengah. Militer AS melancarkan serangan baru ke Iran untuk menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka. Iran kemudian membalas dengan menyerang aset-aset AS di Kuwait dan Bahrain. Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak memperkirakan konflik akan berkembang menjadi perang terbuka meskipun gencatan senjata sementara telah berakhir, investor tetap mencermati risiko geopolitik yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Analis Senior iFOREX Michael Hewson menilai kombinasi ketidakpastian kinerja saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan memburuknya situasi di Timur Tengah menjadi tantangan bagi pasar. "Ada kekhawatiran apakah perusahaan-perusahaan teknologi masih mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba yang luar biasa. Ditambah runtuhnya gencatan senjata di Timur Tengah, kombinasi ini menjadi faktor yang sangat negatif bagi pasar," ujar Michael Hewson.
Baca Juga: Wall Street Melesat, Dow Jones Cetak Rekor Baru Usai AS-Iran Capai Kesepakatan Awal Tekanan terhadap saham-saham teknologi berbasis AI juga masih berlanjut. IBM turun 4,5% dan Microsoft melemah 1,5% setelah muncul laporan Starbucks mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mengurangi ketergantungan pada kedua perusahaan tersebut. Saham perangkat lunak lainnya ikut terkoreksi. ServiceNow turun 4,3% dan Adobe melemah 3,5%. Sementara itu, Meta Platforms merosot 4% setelah Reuters melaporkan perusahaan tersebut berencana mulai memproduksi chip AI sendiri pada September mendatang. Meski demikian, kontrak berjangka indeks utama Wall Street masih bergerak positif menjelang pembukaan. Nasdaq 100 E-mini naik sekitar 0,91%, sedangkan kontrak S&P 500 dan Dow Jones juga mencatat kenaikan tipis. Pelaku pasar juga mencermati data ekonomi terbaru. Klaim tunjangan pengangguran di AS turun pada pekan lalu, menandakan pasar tenaga kerja masih relatif kuat meski pertumbuhan lapangan kerja melambat pada Juni.
Di sisi kebijakan moneter, risalah rapat Federal Reserve menunjukkan bank sentral tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni. Namun, sejumlah pejabat sempat mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebelum akhirnya memutuskan untuk menahan level suku bunga saat ini.
Baca Juga: Wall Street Menguat Dipimpin Saham Chip, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar kini memperkirakan masih ada peluang setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun. Di luar sektor teknologi, saham Levi Strauss turun 4% meski perusahaan menaikkan proyeksi penjualan tahunan. PepsiCo juga melemah 2% meskipun pendapatan kuartal kedua melampaui ekspektasi pasar.