KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street dibuka menguat pada Rabu (18/2/2026) seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). Kenaikan saham-saham teknologi menjadi penopang utama pasar, di tengah penantian pelaku pasar terhadap risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral Amerika Serikat. Pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 38,7 poin atau 0,08% ke level 49.571,92. S&P 500 menguat 12,3 poin atau 0,18% ke 6.855,48, sementara Nasdaq Composite* naik 51,5 poin atau 0,23% ke 22.629,85.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah, Saham Intel Tertekan dan Investor Tetap Waspada Penguatan ini terjadi setelah pasar saham AS sempat bergejolak pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, S&P 500 hanya berakhir naik tipis 0,1% setelah sempat jatuh hingga 0,9% di awal sesi. Pergerakan serupa juga terjadi pada Nasdaq dan Dow Jones. Sepanjang bulan ini, pasar saham AS tertekan oleh kekhawatiran bahwa kemajuan pesat teknologi AI berpotensi mengganggu model bisnis di berbagai sektor, mulai dari perangkat lunak hingga transportasi. Investor juga menuntut bukti yang lebih nyata bahwa belanja besar perusahaan untuk AI benar-benar mampu mendorong pendapatan dan laba. “Kami belum melihat koreksi besar, yang terjadi lebih banyak volatilitas harian. Ini menunjukkan pasar sedang berada di persimpangan, menunggu katalis yang jelas untuk menentukan arah selanjutnya,” ujar Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA. Pada perdagangan pra-pasar, sebagian besar saham berkapitalisasi besar dan saham pertumbuhan bergerak naik. Saham Nvidia melonjak 2,3% setelah perusahaan mengumumkan kontrak penjualan chip AI jangka panjang dengan Meta Platforms.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat, Saham Teknologi Bangkit, Nike Anjlok Saham Amazon.com naik 1,4%, sementara Alphabet dan Microsoft juga mencatat penguatan. Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat kebijakan Januari Federal Reserve, yang dijadwalkan dirilis malam ini. Dalam rapat tersebut, The Fed menahan suku bunga acuannya. Pasar memperkirakan peluang sekitar 63% untuk pemangkasan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Juni, berdasarkan perhitungan CME FedWatch Tool. Selain itu, laporan personal consumption expenditure (PCE) — indikator inflasi favorit The Fed — juga akan menjadi fokus pekan ini karena dinilai memberi petunjuk arah inflasi dan biaya pinjaman ke depan. Dari sisi korporasi, pergerakan saham dipengaruhi rilis kinerja dan proyeksi bisnis. Saham Analog Devices melonjak 5,6% setelah memproyeksikan kinerja kuartal kedua di atas ekspektasi pasar. Global Payments dan Verisk masing-masing melesat lebih dari 11% usai membukukan prospek dan kinerja yang melampaui perkiraan. Saham Moderna naik 7,8% setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyetujui peninjauan vaksin influenza buatannya. Sebaliknya, Palo Alto Networks terkoreksi 6,9% setelah memangkas proyeksi laba tahunan.
Baca Juga: Wall Street Anjlok, Penurunan Saham Teknologi Semakin Dalam Akibat Kekhawatiran AI Saham Cadence Design Systems naik 6,4% berkat kinerja pendapatan kuartal keempat yang solid. The New York Times menguat 1,8% setelah Berkshire Hathaway mengungkapkan investasi barunya di perusahaan media tersebut.
Di sisi lain, Western Digital berencana menghimpun dana US$ 3,17 miliar melalui penjualan sebagian sahamnya di unit lama Sandisk, yang membuat saham Sandisk turun sekitar 3%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News