KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (25/6/2026), didorong oleh proyeksi kinerja yang kuat dari perusahaan semikonduktor Micron Technology dan Qualcomm yang kembali membangkitkan optimisme investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI). Selain itu, sejumlah data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan turut mendukung sentimen pasar.
Baca Juga: Ekonom InFast: Pelemahan IHSG Tidak Mencerminkan Kondisi Ekonomi Riil Melansir
Reuters pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 160,1 poin atau 0,31% ke level 52.009,02. Sementara itu, S&P 500 menguat 46,7 poin atau 0,63% menjadi 7.404,91, dan Nasdaq Composite melonjak 248,1 poin atau 0,97% ke posisi 25.724,78. Micron dan Qualcomm memberikan sinyal kuat bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI masih sangat tinggi. Micron mengungkapkan pelanggan telah mengamankan komitmen pembelian chip memori senilai US$ 22 miliar, sedangkan Qualcomm memperkirakan bisnis pusat data (data center) akan menghasilkan pendapatan hingga US$ 15 miliar pada 2029.
Baca Juga: Sinergi Inti (INET) Garap Bisnis Kabel Laut Antarpulau & ASEAN, Gandeng FiberHome Kabar tersebut langsung mendorong saham Micron melonjak 18,3% dalam perdagangan pra-pasar. Saham Qualcomm juga naik 10,4%. Penguatan turut terjadi pada sejumlah produsen perangkat penyimpanan data lainnya. Saham Sandisk, Western Digital, dan Seagate Technology masing-masing naik antara 11,6% hingga 16%. Hasil positif dari kedua perusahaan tersebut memberikan dorongan baru bagi reli saham teknologi yang sempat melemah dalam beberapa sesi terakhir. Investor sebelumnya mempertanyakan apakah valuasi saham-saham AI yang sudah melonjak tinggi masih dapat dibenarkan oleh pertumbuhan fundamental bisnis. Di sisi makroekonomi, data
Personal Consumption Expenditures (PCE) atau indikator inflasi favorit bank sentral AS menunjukkan angka sesuai ekspektasi pasar, yakni tumbuh 4,1% secara tahunan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok dari Level Tertinggi, Saatnya Borong atau Tunggu Lagi? Sementara itu, data final Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal I-2026 menunjukkan ekonomi tumbuh 2,1%, lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya sebesar 1,6%. Analis Senior Capital.com Daniela Hathorn mengatakan, pelaku pasar menyambut positif data inflasi bulanan yang sedikit lebih rendah dari perkiraan. "Reaksi pasar sebagian besar dipicu oleh data inflasi bulanan yang sedikit lebih rendah dari ekspektasi. Namun, data ini juga menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama," ujar Hathorn. Menurut dia, Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, tetap menunjukkan sikap hawkish dan menegaskan bahwa suku bunga masih berpotensi naik apabila tekanan inflasi terus berlanjut.
Baca Juga: Emiten Prajogo Pangestu BRPT Bagi Dividen Usai Puasa 1 Tahun, Intip Rekomendasinya Meski demikian, penurunan harga minyak hingga kembali berada di bawah level sebelum konflik Timur Tengah serta ketahanan ekonomi AS memberikan harapan bahwa inflasi dapat mereda tanpa perlu kenaikan suku bunga yang agresif. Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham sempat tertekan akibat kekhawatiran terhadap tingginya belanja berbasis utang perusahaan teknologi besar (hyperscaler) untuk investasi AI, ditambah ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat. Namun, laporan terbaru Micron dan Qualcomm berhasil meredakan sebagian kekhawatiran tersebut. Sepanjang kuartal ini, saham Micron telah melonjak lebih dari 200%, sedangkan Qualcomm naik lebih dari 50%. Indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) bahkan berada di jalur mencatat kinerja kuartalan terbaik sepanjang sejarah berdasarkan data LSEG.
Baca Juga: Pemerintah Guyur Paket Stimulus Rp 26,34 Triliun, Saham-Saham Ini Akan Terdampak Meski demikian, Nasdaq masih menuju penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2025. Sementara indeks semikonduktor Philadelphia juga mencatat kinerja mingguan terburuk sejak pecahnya konflik Timur Tengah awal tahun ini. Pasar kini juga menantikan pidato sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden Federal Reserve New York John Williams dan Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga AS ke depan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News