Wall Street Dibuka Naik Selasa (31/3), Didorong Harapan Meredanya Krisis Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada Selasa (31/3/2026), didorong harapan meredanya konflik di Timur Tengah yang sebelumnya menekan pasar global.

Meski begitu, S&P 500 dan Dow Jones masih berada di jalur untuk mencatatkan penurunan bulanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Melansir Reuters pada pembukaan, Dow Jones Industrial Average naik 325,6 poin (0,72%) menjadi 45.541,76, S&P 500 naik 52,2 poin (0,82%) menjadi 6.395,88, dan Nasdaq Composite menguat 269,7 poin (1,30%) menjadi 21.064,33.


Baca Juga: Laba Semen Baturaja (SMBR) Melonjak 33% pada 2025, Ini Penjelasan Manajemen

Laporan Wall Street Journal menyebutkan Presiden AS Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran, meski Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup.

Pernyataan ini sedikit meredakan kekhawatiran investor setelah sebulan konflik yang menekan pasar global.

Harga minyak tetap fluktuatif, namun sektor energi S&P 500 diperkirakan mencatat kenaikan bulanan dan kuartalan terbesar dalam sejarah, dengan kenaikan lebih dari 11% sepanjang Maret.

“Pergerakan pasar mencerminkan apa yang ingin didengar trader: resolusi cepat atas konflik,” kata Mark Malek, CIO Siebert Financial.

Ia menambahkan, harga minyak yang masih tinggi akibat penutupan Selat Hormuz tetap menjadi risiko bagi ekonomi.

Data ekonomi yang akan menjadi perhatian investor minggu ini termasuk JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) untuk Februari, serta komentar dari pejabat Federal Reserve yang bisa memberi sinyal kebijakan moneter ke depan.

Lonjakan harga minyak akibat konflik Iran juga memicu kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi pelonggaran suku bunga Fed tahun ini menurun dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Baca Juga: Indocement (INTP) Cetak Laba Bersih Rp 2,25 Triliun pada 2025

Di sisi saham pada pre-market, Marvell Technology melonjak 8,4% setelah Nvidia menginvestasikan US$2 miliar.

Sementara itu, saham McCormick turun 1,6% setelah Unilever mengumumkan rencana penggabungan unit makanan mereka dengan perusahaan bumbu tersebut senilai $44,8 miliar.

Saham Constellation Energy turun 5% setelah memproyeksikan laba 2026 di bawah ekspektasi, sedangkan saham Centessa Pharmaceuticals melonjak 45,7% setelah Eli Lilly mengumumkan akuisisi senilai hingga $7,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News