KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup sebagian besar menguat tipis, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turun pada Jumat (13/2), seiring investor mencerna data inflasi Januari yang lebih rendah dari perkiraan. Data ini dinilai beberapa analis dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga AS di masa mendatang. Dolar AS nyaris datar terhadap mata uang utama lainnya. Laporan resmi menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 2,4% secara tahunan, sedikit di bawah estimasi 2,5% menurut survei ekonom Reuters. Data ini meningkatkan prediksi bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan melakukan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.
Data inflasi tersebut mengikuti laporan ketenagakerjaan AS yang mengejutkan kuat pada Rabu lalu. Pada Januari, The Fed mempertahankan suku bunga acuan semalam di kisaran 3,50%-3,75%. Tim Holland, Chief Investment Officer di Orion, mengatakan bahwa CPI AS kini lebih mendekati target inflasi jangka panjang The Fed sebesar 2% dibandingkan 3%.
Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Kamis (12/2), Emiten Chip Ikuti Reli Wall Street "Kami bertanya-tanya apakah para pelaku pasar mungkin akan menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga 2026, sementara kami berharap harga bensin dan mobil yang turun dapat meningkatkan daya beli konsumen AS. Bagaimanapun, ini adalah sedikit kabar baik menjelang liburan panjang," ujar Holland. Di Wall Street, Dow Jones dan S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi meski mengalami sesi yang bergejolak, sementara Nasdaq melemah, dipengaruhi sektor teknologi yang turun 0,5%. Kekhawatiran terkait potensi gangguan akibat kecerdasan buatan (AI) di sektor teknologi tetap menjadi perhatian investor.
- Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 48,95 poin atau 0,10% menjadi 49.500,93.
- S&P 500 naik 3,41 poin atau 0,05% menjadi 6.836,17.
- Nasdaq Composite turun 50,48 poin atau 0,22% menjadi 22.546,67.
Meski demikian, ketiga indeks utama mencatatkan kerugian tipis selama minggu ini. Indeks MSCI global untuk saham dunia turun 2,47 poin atau 0,24% menjadi 1.042,75. Saham Eropa juga berakhir sedikit melemah seiring kekhawatiran AI. Indeks STOXX 600 pan-Eropa ditutup turun 0,13% menjadi 617,7 poin, meski menutup minggu yang bergejolak dengan kenaikan tipis 0,09%.
Baca Juga: Analis Top Wall Street Ungkap Kejanggalan Emas dan Suku Bunga, Ini Peringatannya Sementara dolar AS relatif stabil, bitcoin mencatat kenaikan signifikan 4,94% menjadi $69.049,69 pada sore hari. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, turun tipis 0,03% menjadi 96,90, dengan euro turun 0,01% di $1,1869. Terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,01% menjadi 152,75. Imbal hasil obligasi AS 10-tahun acuan turun 5,6 basis poin menjadi 4,048%, dari 4,104% pada Kamis sore. Di pasar komoditas, harga aluminium sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu sebelum memangkas kerugian, tertekan laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana mengurangi beberapa tarif untuk produk baja dan aluminium. Harga minyak naik tipis, sementara emas menguat didukung harapan pemotongan suku bunga oleh The Fed akibat data inflasi yang lembut.
- Brent crude naik 23 sen menjadi $67,75 per barel.
- West Texas Intermediate (WTI) naik 5 sen menjadi $62,89 per barel.